Taliwang (Suara NTB) – Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hj. Hanipah secara maraton turun langsung memantau pelaksanaan intervensi percepatan,pencegahan dan penurunan stunting. Intervensi ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah daerah berjalan efektif.
Di Kecamatan Taliwang, Wabup Hanipah menyambangi Posyandu Tanah Mirah dan Posyandu Kota Baru, Kelurahan Dalam. Di lokasi tersebut, ia menyerahkan paket bantuan gizi kepada keluarga sasaran balita stunting serta memastikan layanan kesehatan menyeluruh berjalan optimal mulai dari pemeriksaan ibu hamil, balita, ibu menyusui, hingga kelompok lansia.
Hanipah menegaskan bahwa pendampingan intensif harus terus dilakukan, agar kondisi setiap anak terpantau berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya berfokus pada aspek gizi semata.
“Penyebab stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi rumah yang layak huni, sanitasi yang baik, serta lingkungan yang sehat. Seluruh desa dan kelurahan diminta aktif memantau perkembangan warganya, termasuk mengantisipasi munculnya kasus baru yang belum terdata,” kata Wabup Hanipah saat memberikan arahan di Posyandu Tanah Mirah.
Ia menambahkan bahwa periode kehamilan merupakan masa krusial penentu tumbuh kembang anak, sehingga pencegahan stunting wajib dimulai sejak dini. Di Kecamatan Taliwang tercatat masih ada 267 balita stunting yang memerlukan perhatian khusus melalui kolaborasi lurah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan turun lapangannya Wabup didampingi Kepala DP2KBP3A H. I. Made Budi Artha, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, Kepala Diskominfo Dedy Damhudy.
Program ini rencana akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya sebagai wujud komitmen pemerintah daerah memastikan setiap balita, ibu hamil, dan ibu menyusui memperoleh layanan kesehatan serta pendampingan yang optimal. (bug)

