BerandaNTBLOMBOK TENGAHARRC Mandalika 2026, Pembalap Indonesia Rajai Dua Kelas

ARRC Mandalika 2026, Pembalap Indonesia Rajai Dua Kelas

Praya (Suara NTB) – Kejuaraan balap Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika putaran keempat tahun 2026 berlangsung di Sirkuit Mandalika pada Sabtu (8/8/2026) berlangsung seru dan ketat. Pada sesi balap pertama yang berlangsung pada Sabtu siang, para pembalap tuan rumah berhasil tampil kompetitif. Dari lima kelas yang dipertandingkan para pembalap Indonesia sukses meraih juara dan mengumandangkan lagu Indonesia raya di dua kelas berbeda.

Bahkan di kelas Underbone 150cc (UB150) pembalap Indonesia menguasai tiga podium teratas. Di kelas tersebut pembalap ZIEAR LFN HP969 Adelin MCR RBT34 Husni Zainul Fuadzy jadi yang tercepat. Diikuti Rendi Odding (4S1M Evi Yamaha Racing Team) serta Wahyu Aji Trilaksana (HJS Youngstar Kawahara RCTH Sixty) di podium kedua dan ketiga. Indonesia sendiri mengirim 16 pembalap di kelas UB150 tersebut.

Sementara itu di kelas Supersport 600cc (SS600) pembalap Yamaha Racing Indonesia Wahyu Nugroho keluar sebagai kampiun. Memulai balapan dari posisi ketiga Wahyu langsung berada di posisi ke depan hampir di sepanjang balapan. Ia pun sukses menyentuh garis finis di depan pembalap Malaysia Kasma Daniel Kasmayudin (Hong Leong Yamaha Racing) pada balapan yang berlangsung selama 12 laps tersebut. Pembalap asal NTB Arai Agaska juga turut tampil di kelas SS600 ini. Namun sayang “bajang” Mataram tersebut harus puas di posisi sembilan dari 14 pembalap yang tampil.

Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi, kepada awak media usai balapan mengaku puas dengan hasil yang diperoleh para pembalapannya. Balapan sendiri secara umum berlangsung sesuai harapan. Pihaknya pun akan berupaya maksimal untuk mempertahankan penampilan untuk bisa meraih hasil maksimal di ajang ARRC Mandalika 2026. Sehingga bisa meraih poin maksimal yang ada.

Ia mengaku hasil balapan pertama tersebut selanjutnya akan menjadi pedoman untuk menentukan strategi di balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (9/8/2026) besok. “Kemungkinan tidak akan banyak perubahan dalam hal set up kendaraan yang digunakan saat balapan pertama dengan balapan kedua besok,” ujar Wahyu.

Indonesia sebenarnya punya peluang merebut juara di kelas Asia Product 250cc (AP250). Dengan Irfan Ardiansyah tampil kompetitif disepanjang balapan. Sayang, sang juara MRS putaran ketiga 2026 tersebut harus puas di posisi kesepuluh. Setelah melebar di tingkungan 16 jelang garis finis.

Posisi terdepan direbut pembalap Thailand Krittapat Keankum. Diikuti dua pembalap tuan rumah Fahmi Basam serta Gerry Salim di podium kedua dan ketiga. Sedangkan satu pembalap NTB di kelas ini Aldiaz Aqsal Ismaya, finis di posisi kesebelas.

Adapun di kelas tertinggi Asia Super Bike 1000cc (ASB) pembalap Malaysia Hafizh Syahrin Abdullah jadi yang tercepat. Diikuti pembalap Jepang Keito Abe di podium kedua dan podium ketiga di rebut Nakarin Atiratphuvapat. Satu-satunya pembalap Indonesia yang turun di kelas ASB1000 M. Adenanta Putra hanya finis di posisi keenam.

“Secara umum penampilan para pembalap Indonesia bisa menguasai di semua kelas,” ungkap Race Director FIM ARRC 2026 Eddy Saputra, saat dimintai pendapatnya terkait penampilan pembalap Indonesia di ajang ARRC Mandalika seri keempat 2026, usai balapan.

Para pembalap Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Khususnya di kelas atas. Terbukti di kelas SS600 pembalap Indonesia bisa menjadi juara. Begitu juga di kelas AP250 atapun di kelas ASB1000 meski belum bisa juara, tapi pembalap Indonesia bisa tampil sangat kompetitif.

“Ini salah satu hasil dari kejuaraan MRS. Di mana para pembalap yang tampil ini merupakan juara-juara di MRS,” tegasnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO