BerandaNTBLOMBOK TENGAHPasca Aksi Protes Siswa, SMAN 1 Jonggat Terapkan Pembelajaran dari Rumah

Pasca Aksi Protes Siswa, SMAN 1 Jonggat Terapkan Pembelajaran dari Rumah

- Advertisement -


Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jonggat memberlakukan pembelajaran dari rumah, pada Selasa, 11 Agustus 2026 . Kebijakan ini pasca aksi protes siswa menuntut perbaikan sarana dan prasarana sekolah.


Kepala SMAN 1 Jonggat, Mazhab mengatakan, skema belajar dari rumah ini sengaja diterapkan untuk menjaga kondusifitas pasca aksi protes siswa. Akan tetapi, guru tetap akan memberi tugas kepada siswa untuk akan dikerjakan di rumah masing-masing.


“Rabu (hari ini,red) pembelajaran seperti biasa. Belajar di rumah dengan tugas-tugas dari guru,” ujarnya.


Pihaknya erencana melaksanakan pertemuan dengan orangtua siswa termasuk wali kelas untuk membahas tuntutan para siswa. Ia kembali menegaskan, tuntutan para siswa terkait perbaikan fasilitas dan sarpras tengah berjalan. Sekolah memang baru mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2026 dan kini sedang dalam proses perbaikan.


“Artinya, tuntutan-tuntutan itu sudah terjawab dengan aksi, sudah terjawab dengan pekerjaan. Jadi sudah terjawab semua,” tegasnya.


Ia berharap semua kesalahpahaman yang telah terjadi dapat segera rampung dan situasi pembelajaran dapat kembali berjalan normal. “Mudah-mudahan mispersepsi, miskomunikasi, selesai dengan penjelasan-penjelasan,” pungkasnya.


Terkait tuntutan pembenahan fasilitas sekolah, Mazhab menegaskan bahwa pengerjaan fisik sebenarnya sudah berjalan. Sekolah mendapat alokasi anggaran dari Program Revitalisasi 2026 untuk memperbaiki fasilitas yang rusak. Program perbaikan tersebut mencakup tiga ruang kelas dan satu ruang laboratorium kimia yang sebelumnya berkondisi rusak parah. “Sedang direhab, bahkan hampir selesai kalau lab kimianya,” tegasnya.


Selain rehab fasilitas rusak, SMAN 1 Jonggat juga menerima bantuan pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB), serta perbaikan fasilitas pendukung seperti aula dan toilet sekolah. “Dan itu sedang dikerjakan. Tapi kesimpulan anak-anak ndak ada yang berubah katanya,” pungkas Mazhab. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO