BerandaNTBKOTA MATARAMEfektif Urai Kemacetan

Efektif Urai Kemacetan

- Advertisement -

REKAYASA lalu lintas yang diterapkan Pemkot Mataram untuk mengurai kemacetan di kawasan Lampu Merah Rembiga hingga Jalan Dr. Wahidin dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Setelah berjalan selama tiga hari, arus kendaraan di kawasan tersebut disebut lebih lancar dan tidak lagi terjadi penumpukan seperti sebelumnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi kemacetan, khususnya di kawasan utara Kota Mataram yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan kendaraan.

Menurutnya, pola lalu lintas yang baru memang membuat masyarakat harus menyesuaikan diri karena sejumlah pengendara tidak lagi dapat menggunakan jalur yang selama ini biasa mereka lewati.

“Ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk mencoba mengatur lalu lintas agar mengurangi kemacetan di Jalan Wahidin,” ujar Rachman.

Dalam skema baru tersebut, kendaraan yang hendak menuju kawasan utara Kota Mataram diarahkan melalui jalur alternatif, termasuk melewati kawasan Dakota. Sementara kendaraan dari arah barat menuju timur juga diarahkan untuk memutar terlebih dahulu.

Rekayasa tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar Lampu Merah Rembiga, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kalau saya lihat, selama tiga hari ini lumayan efektif. Karena tidak terjadi lagi penumpukan kendaraan di situ,” ujarnya.

Orang nomor satu di DPD Partai Gerindra Kota Mataram ini menjelaskan, dengan pola satu arah tersebut, kendaraan dari sejumlah arah dapat bergerak lebih lancar sehingga potensi pertemuan arus kendaraan yang sebelumnya memicu kemacetan dapat dikurangi.

Meski demikian, Rachman menegaskan rekayasa lalu lintas tersebut masih perlu dievaluasi secara berkala. Pemerintah perlu melihat perkembangan di lapangan dan tingkat penerimaan masyarakat sebelum menentukan apakah pola tersebut akan diterapkan secara permanen.

Menurut Rachman, rekayasa lalu lintas saat ini lebih tepat dipandang sebagai solusi jangka pendek. Untuk mengatasi persoalan kemacetan secara permanen, Pemkot Mataram dinilai perlu menyiapkan langkah jangka panjang berupa pelebaran jalan maupun pembangunan jalur alternatif.

Jalan Dr. Wahidin, kata dia, merupakan salah satu akses penting di wilayah utara Kota Mataram yang membutuhkan penanganan lebih serius karena kepadatan kendaraan terjadi hampir setiap hari.

“Jalan Dr. Wahidin di sebelah utara Kota Mataram ini memang sangat perlu dicarikan alternatif jalan baru atau pelebaran. Kalau tidak memungkinkan pelebaran, bisa jalan baru,” kata anggota dewan dari Dapil Selaparang ini.

Namun, pembangunan infrastruktur baru maupun pelebaran jalan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Selain membutuhkan anggaran yang cukup besar, pemerintah juga harus mempertimbangkan proses pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Karena itu, untuk sementara waktu, dewan meminta masyarakat bersabar dan mengikuti pola rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan pemerintah.

“Kita mengharapkan masyarakat sabar dan mau mengikuti proses ini, agar apa yang diharapkan dari rekayasa lalu lintas ini bisa terwujud bersama-sama. Kemacetan yang terjadi di perempatan Rembiga menuju ke utara mudah-mudahan tidak terjadi lagi ke depan,” pungkasnya. (fit)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO