BerandaNTBLOMBOK BARATDitangani di RSUD Tripat, 10 Korban KMP Putri Yasmin Diizinkan Pulang

Ditangani di RSUD Tripat, 10 Korban KMP Putri Yasmin Diizinkan Pulang

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Upaya penanganan medis terhadap para penumpang terdampak insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok yang dilakukan pihaknya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Lobar menunjukkan perkembangan signifikan. Dari puluhan penumpang yang sempat dilarikan ke rumah sakit itu, sebagian besar di antaranya kini dinyatakan mulai membaik dan stabil.


Berdasarkan data, pihak manajemen Rumah Sakit mengonfirmasi bahwa 10 orang dari total 24 pasien yang mendapat perawatan intensif telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing.


Direktur Utama RSUD Tripat Lobar, dr. H. Suriyadi, Sp.An., menjelaskan bahwa keputusan memulangkan sebagian pasien diambil setelah tim medis melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi klinis para korban.


“Dari total 24 orang yang dirawat, 10 orang sudah boleh pulang,” ujar dr. H. Suriyadi pada Kamis (13/8/2026).


Adapun para penumpang yang telah diizinkan pulang meliputi Wahyuniati, Suhartiningsih, Erik Anggara, Wira Labudha, Raing Makaborang, Adriana, Wahyu Yohanes Kase, Pande Gede Elvano, Sintia Widiadari Putri, serta I Komang Agus Nugraha.


Sementara itu, belasan pasien lainnya masih diharuskan menjalani pemantauan ketat serta observasi lanjutan di sejumlah unit perawatan khusus, seperti High Dependency Unit (HCU), Ruang Kenanga, MNE, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Sejak awal dievakuasi ke fasilitas kesehatan, mayoritas penyintas datang dengan gejala fisik akibat paparan air laut, kelelahan, serta kepanikan saat musibah terjadi di tengah perairan.
“Rata-rata, keluhan mereka meliputi pusing, mual muntah, nyeri otot, dan sesak napas,” ungkap dr. H. Suriyadi. Dari hasil pemeriksaan medis lanjutan, tim dokter mengidentifikasi beberapa diagnosis spesifik, mulai dari cephalgia pasca insiden near drowning, vomiting profuse, hingga myalgia akibat kelelahan fisik yang ekstrem.


Selain itu, beberapa pasien juga teridentifikasi mengalami gangguan pernapasan seperti obs dyspnea, indikasi susp edema pulm, serta pneumonia aspirasi yang membutuhkan bantuan suplai oksigen secara intensif. Guna menekan risiko komplikasi seperti hipotermia susulan, tim medis memberikan intervensi pemenuhan nutrisi secara terukur di samping pemberian terapi obat-obatan dan pendampingan pemulihan psikologis.


Respons cepat RSUD Tripat dalam menangani musibah ini telah dilakukan sejak informasi darurat pertama kali diterima dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pihak rumah sakit langsung mengaktifkan Tim Gerak Cepat untuk mengantisipasi potensi lonjakan jumlah korban. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tripat, drg. I Nyoman Adnyana Putra, menyampaikan bahwa koordinasi lintas lembaga langsung bergerak cepat begitu laporan insiden diterima.


“Begitu kami dapat telepon dari KKP dan saya dihubungi dokter Feri, direktur kami juga dihubungi, direktur memerintahkan saya sebagai kepala bidang pelayanan medis langsung menyiapkan tim gerak cepat,” kata drg. Nyoman Adnyana Putra.


Sebagai bentuk kesiapsiagaan, manajemen RSUD Tripat juga menginstruksikan pengosongan satu ruang Intensive Care Unit (ICU) serta menyiagakan penuh armada ambulans dan ambulans jenazah di area rumah sakit.


Pada Rabu (12/8/2026) malam, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama Gubernur NTB Dr. HL. M. Iqbal, serta Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha, melakukan peninjauan mendadak ke IGD RSUD Tripat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis secara maksimal.


Pihak rumah sakit memastikan penanganan medis dan pemantauan kondisi psikologis akan terus diberikan hingga seluruh korban yang tersisa dinyatakan benar-benar pulih dan siap kembali ke keluarga. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO