BerandaHEADLINEEmpat Korban Belum Ditemukan, Satu Penumpang Selamat karena Batal Naik KMP Putri...

Empat Korban Belum Ditemukan, Satu Penumpang Selamat karena Batal Naik KMP Putri Yasmin

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Proses pencarian terhadap korban KMP Putri Yasmin yang terbakar pada Rabu (12/6/8/2028) di perairan Selat Lombok terus dilakukan tim SAR Gabungan. Dari lima korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, satu orang atas nama Ratu Agung Sekar Ayu, telah kembali keluarganya dalam keadaan selamat.

Bersangkutan sendiri diketahui tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin, tetapi menaiki kapal lain yang lebih dulu menyeberang. Sementara, Tim SAR Gabungan sendiri terus memperluas area pencarian hingga Jumat (14/8/2026). Operasi SAR ini dipusatkan melalui Posko SAR di Pelabuhan Lembar.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi dalam keterangannya menyampaikan pihaknya mendapatkan informasi bahwa pihak keluarga melaporkan ke Posko, bahwa penumpang atas nama Ratu Agung Sekar Ayu telah pulang ke rumah.

“Pihak keluarga melaporkan ke Posko, bahwa Penumpang (Ratu Agung Sekar Ayu) telah kembali ke rumah, dalam keadaan selamat. Ternyata Ratu Agung ini tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin di tanggal 12 Agustus, tapi bersangkutan berangkat lebih awal,” kata Hariyadi.

Nama Ratu Agung sendiri tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin, karena sebelumnya bersangkutan sempat membeli tiket di KMP Putri Yasmin. Tetapi terjadi perubahan sehingga bersangkutan berangkat lebih maju (awal) pada tanggal 9 Agustus menggunakan KMP Surya 777. Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga telah melapor ke Posko.

Dengan adanya kejelasan informasi tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan kini tersisa empat orang. Seluruh korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dengan rincian identitas sebagai berikut:

  1. Yasir Arafat (37) — Asal Mataram
  2. Selvina Rambu Mayi (28) — Asal Sumba
  3. I Made Sutarjana (55) — Asal Denpasar
  4. Slamet Yulianto (41) — Asal Denpasar

Hariyadi menambahkan, pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore dan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (16/8/2026) pagi untuk memfokuskan pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan.

Ia menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat harus bekerja secara maksimal dan terkoordinasi agar proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan cepat dan lancar.

“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut (alat utama) laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah. Sinergi lintas sektoral ini sangat krusial untuk mempercepat penemuan korban di tengah tantangan kondisi perairan,” ujar Muhamad Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, untuk memaksimalkan pencarian pada hari ketiga ini, tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan alut yang terbagi ke dalam beberapa area pencarian. KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar melaksanakan pencarian di perairan. Sedangkan Helikopter SGi Air Bali didukung Finns Search And Rescue dan personel Kantor SAR Denpasar melakukan pencarian udara. Adapun area pencarian yaitu arah barat daya, selatan, dan sebelah timur dari lokasi kejadian.

“Namun hingga 15.00, kedua kapal kembali ke Lembar tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang kita cari,” jelasnya.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso turut memantau langsung jalannya operasi SAR di lapangan melalui Posko SAR dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR, meliputi Kantor SAR Mataram & Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Kru SGi Air Bali & Finns Search And Rescue, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, SROP Lembar, JRP, BPTB, Gapasdap, DVI Biddokkes Polda NTB, Dikes Lobar, RSUD Tripat, RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, ASDP, serta Puskesmas Jembatan Kembar.

Selain unsur SAR, pergerakan tim di lapangan juga didukung oleh armada tambahan yang ekstensif, di antaranya KN SAR 220 Mataram, RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, KAL Belongas, KAL Lembar, RIB Nusa Penida, Helikopter Finns SGi Air Bali, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, Kapal Polair KP XXI – 2015, Yacht Still Here, Yacht No Comment, serta armada ambulans dari RSUD Provinsi NTB.(her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO