BerandaHEADLINENTT Dilanda Gempa Magnitudo 7,7, NTB Gerak Cepat Berikan Bantuan

NTT Dilanda Gempa Magnitudo 7,7, NTB Gerak Cepat Berikan Bantuan

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat gerak cepat memberikan bantuan kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja dilanda gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Bantuan yang akan disalurkan Pemprov NTB masih dalam tahap pemetaan, namun dipastikan akan ada bantuan berupa uang tunai maksimal Rp1 miliar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bantuan dari Pemprov tidak boleh dikirim lebih dari seminggu. Menurutnya, para korban sangat membutuhkan bantuan di hari pertama hingga seminggu pasca bencana.

“Untuk tiba di sana pasti membutuhkan waktu lama. Sementara kebutuhan yang sangat mendesak itu untuk survival di minggu pertama ini,” ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sebagai provinsi yang paling dekat dengan NTT, di tambah lagi adanya kerja sama regional gugusan sunda kecil, Bali, NTB, dan NTT, Iqbal memastikan bantuan dari Pemprov akan mulai dikirim ke NTT di hari Minggu besok. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT, dan Gubernur Bali untuk membantu provinsi paling timur di Indonesia ini bangkit kembali.

“Di dua jam pertama setelah kejadian saya langsung menghubungi Gubernur NTT, mengataman you are not alone. Kami tidak akan meninggalkan Pak Melki. Kita bersaudara, kami akan hadir di sana nanti bersama Pak Gubernur Bali,” ungkapnya.

Rencananya, Pemprov akan menyalurkan bantuan dari gudang Bulog di Bima, karena wilayah Bima menjadi yang terdekat dengan NTT. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT ASDP untuk mengadakan kapal khusus dari Pelabuhan Sape (Bima) untuk membawa rombongan tim kemanusiaan NTB melintasi selat menuju pelabuhan terdekat yang aman di wilayah NTT.

Di samping itu, untuk bantuan kepada Bima dan Dompu yang juga terdampak gempa, Iqbal mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan masing-masing kepala daerah. Apabila bencana tersebut masih skala kabupaten, maka Bupati akan menangani pasca gempa di wilayahnya.

Sementara itu, bencana yang terjadi di NTT dinilai berpotensi masuk skala nasional. Hal ini menyusul berdasarkan laporan awal serta koordinasi dengan aparat di lokasi bencana, diperkirakan 80 hingga 90 persen bangunan di pusat gempa mengalami kerusakan parah.

​Adapun terkait dengan penanganan terhadap masyarakat NTB yang turut menjadi korban gempa di NTT, eks Dubes RI untuk Turki itu menegaskan pihaknya tidak melihat apakah korban berasal dari NTB, NTT, atau luar daerah. Yang utama, pihaknya akan menyalurkan bantuan untuk membantu sedikit pemulihan di NTT.

“Kita sudah tidak lagi membedakan orang NTB, NTT, atau orang Bali. Siapapun yang terdampak di sana menjadi target bantuan,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO