Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengerahkan 55 tenaga medis ke daerah terdampak bencana gempa bumi di Provinsi NTT pada, Minggu (16/7). Pengerahan puluhan tenaga medis tersebut, diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan, terutama penanganan trauma masyarakat yang terdampak.
Kepala Dikes NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, ada sekitar 55 tenaga medis diterjunkan untuk penanganan kesehatan masyarakat NTT. Adapun rinciannya, 14 orang dokter spesialis, terutama dokter spesialis ortopedi, bedah, hingga dokter umum.
Lalu ada 15 orang perawat, lima apoteker, satu asisten apoteker, satu psikolog klinis, satu bagian lab, dan satu petugas sanitasi. Puluhan tenaga medis tersebut sudah termasuk yang berada di Bima dan Sumbawa yang telah berangkat lebih dulu.
“Nah, tim ini nanti rencana akan kita tugaskan ada yang di rumah sakit, kemudian ada yang mobile juga nanti. Terutama daerah-daerah yang terdampak tadi Pak Gubernur sudah sampaikan, daerah-daerah terdampak. Kita juga akan bergabung dengan tim yang dari Bali. Kami sudah komunikasi dengan teman-teman Kadikes Bali juga, termasuk nanti di NTT juga kami sudah koordinasi secara teknis,” ujar Hamzi.
Hamzi menerangkan, bencana seperti gempa bumi kerap memunculkan efek trauma. Karena itu, fokus penanganan akan dikonsentrasikan pada pemulihan trauma masyarakat di samping penanganan luka fisik seperti patah tulang. Karena itu, Dikes NTB turut mengirimkan dokter spesialis seperti ortopedi dan bedah.
“Trauma ini yang sebenarnya dalam satu minggu ini, emergency ini, kami juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan tentang asesmen kebutuhan yang dibutuhkan, termasuk tenaga medis dan kasus-kasus yang tadi,” terangnya.
Penanganan trauma menurut Hazmi penting, mengingat kondisi fasilitas kesehatan (Faskes) di lokasi dikabarkan tak beroperasi akibat bencana. Dengan kondisi tersebut, penanganan oleh tenaga kesehatan di sana juga terbatas.
“Jadi untuk melayani orang lain, ini perlunya kita hadir di situ, termasuk di tim trauma healing-nya, dari psikolog klinisnya kita hadirkan juga untuk trauma healing-nya,” jelasnya.
Selain tenaga kesehatan, Dikes juga telah mengirimkan ambulans untuk membantu operasional. Ia mengatakan beberapa ambulans sudah diberangkatkan. “Di sini menyusul beberapa ambulans dari rumah sakit kota, berapa tambahan ambulansnya yang totalnya empat ambulans yang kita berangkatkan,” kata Hamzi.
Adapun jenis obat-obatan yang turut disalurkan berupa emergency kit. Total obat-obatan yang disalurkan sebanyak satu truk. “Ada lansia kit, untuk anak-anak, ya. Lengkap isinya di situ untuk logistik medis, termasuk obat-obatan. Kita koordinir dari semua rumah sakit yang ada di NTB, yang tadi wujudnya satu truk,” tuturnya.
Tenda juga turut disiapkan sebagai pusat lokasi penanganan kesehatan masyarakat nantinya. “Ya, tenda kami sudah siapkan. “Kami sudah bawa tenda semua, logistik kami sudah siapkan. Jadi apa yang kita alami waktu kejadian gempa ini, nah inilah sekarang kita juga membantu saudara kita di NTT, terutama di penanganan medis,” pungkasnya. (sib)


