Mataram (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram mengirim tim medis dan satu unit ambulans untuk membantu penanganan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, mengatakan pihaknya menurunkan lima tenaga kesehatan beserta satu unit ambulans. Tim tersebut akan menjalankan misi kemanusiaan selama 12 hari untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami mengirimkan bantuan medis berupa tim kesehatan lengkap dengan satu unit ambulans yang kemarin tergabung dengan tim Pemprov,” ujarnya, Selasa (18/8).
Lima personel yang ditugaskan terdiri atas dua dokter instalasi gawat darurat (IGD), dua perawat, dan satu pengemudi. Selain personel, tim juga membawa obat-obatan, logistik kesehatan, serta perlengkapan pendukung untuk memenuhi kebutuhan layanan darurat di lokasi bencana.
Eka mengatakan, RSUD H. Moh. Ruslan menanggung seluruh kebutuhan operasional personel selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Selain logistik medis, tim juga membawa dana tunai untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan darurat maupun memenuhi kebutuhan mendesak lainnya.
Dalam proses penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian, manajemen rumah sakit akan terus memantau perkembangan situasi. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memperpanjang masa penugasan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan tambahan tenaga medis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan pengiriman tenaga kesehatan dilakukan bersama sejumlah organisasi dan fasilitas kesehatan yang berada di wilayah Kota Mataram. Tim tersebut melibatkan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tenaga medis RSUD H. Moh. Ruslan, serta Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram).
“Total nakes yang kita kirim khusus dari Kota Mataram sekitar 43 orang, yang kemudian digabung dengan tim dari RSUD Provinsi,” jelasnya.
Emirald mengatakan, mayoritas dokter yang dikirim merupakan dokter umum. Namun, dalam kondisi kebencanaan, tenaga medis tetap memiliki kemampuan untuk memberikan penanganan kegawatdaruratan sesuai kompetensinya.
“Dalam kondisi seperti ini, semua tim medis dapat melakukan tindakan penanganan pada saat gawat darurat,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram juga menyiapkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyampaikan duka mendalam atas bencana tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia dan berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah NTT. Ia menegaskan, Pemkot Mataram akan mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.
Menurut Mohan, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. Salah satu skema yang disiapkan adalah menghimpun bantuan melalui paguyuban atau ikatan mahasiswa asal NTT yang berada di Kota Mataram.
“Nanti ada sumbangan melalui ikatan pelajar NTT yang ada di Mataram. Nanti juga akan kita berikan bantuan, baik dari sisi materi maupun pengiriman tenaga kesehatan ke sana,” ujar Mohan.
Ia menjelaskan, keberadaan mahasiswa dan pelajar asal NTT di Kota Mataram dapat menjadi salah satu jalur untuk mengoordinasikan bantuan kepada masyarakat di daerah asal mereka. Pemkot Mataram akan berkoordinasi lebih lanjut agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (pan)


