Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menggalang bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Penggalangan bantuan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, hingga masyarakat umum.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H.Lalu Alwan Basri, mengatakan gerakan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkot Mataram terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Menurut Alwan, pola penggalangan bantuan yang diterapkan kali ini tidak jauh berbeda dengan mekanisme yang dilakukan Pemkot Mataram ketika membantu korban banjir dan longsor di Aceh. Pemerintah daerah mengajak berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama mengumpulkan bantuan yang nantinya disalurkan kepada warga terdampak.
“Setelah terhimpun, bantuan nantinya akan diserahkan langsung oleh Bapak Wali Kota Mataram,” ujarnya, Kamis (20/8).
Alwan mengatakan penggalangan bantuan telah dimulai sejak Senin (17/8). Pemkot Mataram tidak menetapkan target nominal tertentu dalam pengumpulan donasi tersebut. Masyarakat, OPD, maupun lembaga pendidikan diberikan keleluasaan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, hal terpenting dalam gerakan tersebut bukan besaran bantuan yang terkumpul, melainkan kepedulian dan partisipasi berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Jadi, kami tidak memberikan target. Berapa pun yang terkumpul akan kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” katanya.
Selain menggerakkan OPD dan sekolah, Pemkot Mataram juga membuka ruang partisipasi bagi pihak swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD). Bantuan yang diberikan dapat berupa dana maupun kebutuhan logistik yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Alwan mengatakan koordinasi akan terus dilakukan agar bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara tepat. Pemkot Mataram akan berkoordinasi dengan tim penghubung untuk menentukan mekanisme distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Mekanisme tersebut akan disesuaikan dengan pola penyaluran bantuan yang sebelumnya dilakukan Pemkot Mataram untuk daerah yang mengalami bencana. Pemerintah daerah juga akan memastikan bantuan yang telah dihimpun dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain menggalang bantuan, sebelumnya Pemkot Mataram telah mengambil langkah tanggap darurat dengan mengirimkan lima tenaga kesehatan dari RSUD H. Moh. Ruslan ke NTT. Tim medis tersebut ditugaskan selama 12 hari untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.
Alwan memastikan tim medis telah tiba di Kabupaten Manggarai. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mengetahui kondisi lapangan serta kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Laporan keberadaan dan penanganan dari tim medis di lapangan juga sudah diterima,” ujarnya.
Pengiriman tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemkot Mataram dalam membantu penanganan dampak gempa di NTT. Selain bantuan materi, dukungan tenaga medis dinilai penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan pascabencana.
Ia berharap gerakan solidaritas yang dilakukan Pemkot Mataram dapat meringankan beban masyarakat NTT. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi bencana.
Menurutnya, musibah yang terjadi di daerah lain merupakan tanggung jawab kemanusiaan bersama. Karena itu, semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah perlu terus diperkuat, terutama dalam situasi bencana.
“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Ini juga menjadi bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi musibah,” pungkasnya. (pan)


