Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) menegaskan, pengembangan bawang putih tidak hanya akan terpusat di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Sedikitnya tujuh kecamatan lain disiapkan menjadi kawasan budi daya guna mendukung program swasembada bawang putih nasional yang saat ini mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Republik Indonesia.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyambut baik komitmen Kapolri dan jajaran 17 Kapolda dalam mendampingi kelompok tani untuk mempercepat pengembangan komoditas bawang putih. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor yang hingga kini masih mencapai hampir 90 persen dari kebutuhan nasional.
“Kelihatannya pemerintah kita sangat serius untuk berswasembada bawang putih. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Kapolri bersama para Kapolda ini berjalan lancar sehingga kelompok tani kita semakin kuat dan benih bawang putih dapat terserap dengan baik,” ujar H. Iron sapaan akrab Bupati Lotim ini menegaskan kepada media di Sembalun, Rabu (18/8/2026).
Ia menjelaskan, sejak beberapa bulan lalu Pemkab Lombok Timur telah mengusulkan pembangunan gudang penyimpanan hasil panen agar petani tidak kesulitan menyimpan bawang putih, khususnya yang akan dijadikan benih.
Usulan tersebut kini mulai mendapat respons positif. Kapolri disebut akan membangun gudang penyimpanan, sementara Pemkab telah menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Petani setelah panen harus punya tempat menyimpan hasilnya. Alhamdulillah, gagasan ini ditangkap oleh Kapolri. Kami juga sudah menyampaikan langsung kepada Menteri Pertanian dan menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang,” katanya.
Pembangunan gudang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen, terutama benih bawang putih yang akan digunakan pada musim tanam berikutnya.
Selain infrastruktur penyimpanan, pemerintah juga menegaskan pentingnya jaminan harga agar petani tidak merugi. Harga pembelian benih nantinya diharapkan tetap kompetitif dan menyesuaikan harga pasar sehingga petani tidak menjual hasil panennya ke luar daerah.
Lebih jauh, H. Iron mengungkapkan bahwa pengembangan bawang putih di Lombok Timur tidak hanya bertumpu pada Sembalun. Pemerintah daerah telah mengajukan tujuh kecamatan lain sebagai sentra budi daya bawang putih, yakni Pringgabaya, Swela, Sikur, Masbagik, Pringgasela, Wanasaba, dan beberapa wilayah lain yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil bawang putih.
“Dari zaman dulu bukan hanya Sembalun yang menanam bawang putih. Namun untuk benih unggul, kita tetap berharap berasal dari Sembalun karena kualitasnya sudah terbukti,” jelasnya.
Ia menambahkan, produktivitas bawang putih di Lombok Timur cukup menjanjikan, bahkan dapat mencapai lebih dari 16 ton per hektare, tergantung kualitas benih yang digunakan.
Bupati optimistis program pengembangan bawang putih yang didukung pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, dan Polri akan meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi, lebih dari 100 hektare lahan bawang putih yang dibina langsung oleh Kapolri telah memiliki kepastian pasar.
“Petani Sembalun dan petani di Lombok Timur pada dasarnya siap mendukung program ini. Yang penting ada modal, ada pasar, dan hasil panen terserap. Kalau itu terjamin, petani tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Dengan dukungan sarana penyimpanan, jaminan pasar, serta perluasan areal tanam di berbagai kecamatan, Lombok Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan bawang putih nasional sekaligus memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada pangan. (rus)


