SALAH satu daya tarik dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pemberian apresiasi berupa bonus dari pemerintah daerah kepada para atlet yang membawa pulang medali. Dalam hal ini Pemprov NTB berencana akan tetap memberikan bonus kepada atlet yang meraih medali, baik medali emas, perak dan perunggu.
Kepala Dispora NTB Tri Budi Prayitno, M.Si mengatakan, bonus untuk atlet NTB yang meraih medali di PON XXI Aceh – Sumut 2024 sudah dibahas bersama dengan Ketua TPAD Pemprov NTB sekaligus Sekda NTB, Drs.H. Lalu Gita Ariadi, M.Si serta sudah dilaporkan ke Pj Gubernur NTB H. Hassanudin. Diharapkan bonus untuk atlet dan pelatih sekurang-kurangnya sama dengan pemberian bonus pada saat PON Papua tahun 2021 lalu.
“Dalam skenarionya akan diupayakan (pemberian bonus-red) pada APBD 2025, karena sekarang ini sudah proses-proses akhir dari APBD 2024. Insya Allah tak akan kurang dari apa yang diraih pada saat PON Papua,” kata Tri Budiprayitno kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.
Saat ini kata Kadispora, pihaknya sedang merumuskan payung hukum pemberian bonus bagi atlet yang meraih medali. Sehingga para atlet harus tetap fokus menjalani pertandingan atau kompetisi agar perolehan medali bisa sesuai dengan target NTB.
“Saya pikir kita fokus saja dulu di pelaksanaan PON ini. Tak mungkin tak akan diberikan apresiasi. Mudahan ada info-info yang baik terkait dengan kondisi fiskal kita, sehingga kita bisa memberikan apresiasi sebagaimana yang diharapkan oleh para pihak,” imbuh Yiyit, sapaan akrabnya.
Untuk diketahui, di PON XX Papua tahun 2021 lalu, Provinsi NTB berhasil meraih 38 medali, yang terdiri dari 15 medali emas, 11 medali perak dan 12 medali perunggu. Bonus yang diberikan kepada para atlet berupa uang tunai senilai Rp. 300 Juta untuk atlet yang memperoleh medali emas, Rp. 200 Juta untuk atlet yang memperoleh medali perak dan Rp. 100 Juta untuk atlet yang memperoleh medali perunggu.
Yiyit mengatakan, ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang memulai pertandingan sebelum dilakukan pembukaan pembukaan PON tanggal 9 September 2025 di Aceh. Misalnya cabor Hockey yang akan bertanding tanggal 2 September mendatang, sehingga para atlet hockey NTB akan berangkat di akhir Agustus ini.
Ia menambahkan, H-2 sebelum pelaksanaan lomba, para atlet sudah harus ada di lokasi pertandingan. Pemprov NTB berharap mereka berlomba sampai dengan babak terakhir untuk mendapatkan medali.
“Setiap atlet memiliki durasi tinggal yang berbeda-beda di lokasi pertandingan, sesuai dengan jadwal pertandingan dan perlombaan. Ada yang lebih awal pulang dan ada yang sampai nanti di hari-hari akhir lomba karena ada pertandingan cabor yang mendekati jadwal penutupan,”katanya.(ris)


