Giri Menang (Suara NTB) – Sembilan pekan lamannya perhelatan Pekan Kesenian Senggigi, sebagai bagian dari Festival Senggigi: The Soul of Lombok, secara resmi ditutup pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Penutupan berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi dari pukul 16.00 hingga 22.00 Wita. Acara itu dihadiri pengunjung, baik lokal maupun wisatawan asing atau mancanegara.
Selama penyelenggaraannya, seluruh kegiatan terbukti berjalan aman, lancar, dan mencatatkan tren positif dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat serta makin ramai di setiap pekannya. Melihat antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM kawasan Senggigi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata , Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) memastikan bahwa program hiburan dan pelestarian budaya ini tidak berhenti di sini.
Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha yang hadir menutup acara itu menyampaikan apresiasi kegiatan ini. Ia menilai kegiatan ini menjadi komitmen dan semangat bersama memajukan pariwisata Lombok Barat.
“Awalnya kami pesimis ini bisa ramai ya, ternyata kami bisa menggelar dari Juli sampai Agustus. Ini membutuhkan semangat dan istikamah kita bersama. Di tengah kondisi Lobar mendapatkan goncangan, kita bisa menunjukan kebersamaan memajukan pariwisata, yang tujuannya adalah menggerakan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Wabup juga berterima kasih kepada pada kepala OPD yang telah mendukung acara ini. Termasuk para Camat yang telah membesarsamai dan mengisi kegiatan ini selama sembilan pekan lamanya secara bergantian.
“Yang tak kalah semangatnya membesarsamai (mengisi) acara adalah bapak ibu camat, dari minggu ke minggu,” ujarnya.
Setelah Pekan Seni Senggigi ini, ajanag festival Senggigi disiapkan Pemkab pada September mendatang. Tetapi nama even ini akan diubah atau reborn menggunankan nama yang baru.
Berbagai even pariwisata ini sebagai upaya Pemkab dalam menghidupkan kembali pariwisata Senggigi. Pariwisata ini sebagai salah satu sektor penggerak perekonomian masyarakat, salah satunya dicapai melalui pekan Kesenian Senggigi ini. Dimana UMKM bisa terlibat, sehingga perekenomian mereka berputar dan pendapatan mereka pun bertambah. Hal ini bisa sebagai tolak ukur dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui even pariwisata semacam ini juga kata Wabup, Pemkab ingin melestarikan seni budaya lokal dengan menghadirkan pelaku seni dari unsur masyarakat maupun pelajar melalui peran para camat. Aneka seni budaya yang ditampilkan menjadi bukti kekayaan dimiliki daerah yang harus dilestarikan. Berbagai atraksi seni budaya ini pun menjadi data tarik bagi wisatawan asing. “Alhamdulillah dari Minggu ke Minggu tamu-tamu kita dari mancanegara tetap bisa hadir menikmati. Ini menjadi bukti Senggigi eksis menjadi icon wisata kita,”imbuhnya.
Untuk itu kedepan, Pemkab berkomitmen memperbanyak even Wisata di kawasan Senggigi maupun destinasi lainnya di Lobar. Kepala Disparekrafpora Lobar Agus Gunawan menegaskan bahwa usai resmi ditutup malam ini, kegiatan serupa akan kembali digelar pada awal bulan depan dan direncanakan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga konsistensi Senggigi sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang selalu menghadirkan ruang atraksi seni bagi para wisatawan sepanjang tahun.
“Dengan semangat dan antusias masyarakat, pemerintah berkomitmen kegiatan ini akan kita lanjutkan dan akan kita mulai lagi awal September. Akan kita rebranding dengan nama baru sekaligus menyambut perhelatan ajang internasional MotoGP,” tegas Agus.
Dalam kesempatan itu, Agus juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya acara selama sembilan pekan ini.
“Pekan Kesenian Senggigi ini kita selenggarakan untuk lebih menghidupkan senggigi. Selain itu juga sebagai ajang pelestarian budaya yang ada di seluruh kecamatan di Lombok Barat. Untuk itu kami selaku penyelenggara menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi para camat, kemudian para GM hotel yang sudah mengarahkan tamu-tamunya nya untuk berkesempatan hadir di sini, dan tentunya terima kasih kepada masyarakat,” katanya.
Dalam gelaran pekan terakhir ini, Pekan Kesenian Senggigi menyuguhkan berbagai penampilan spesial gabungan dari Kecamatan Lembar dan Kecamatan Sekotong, di antaranya Tarian Nirmala dan Tarian Puspanjali dari Sanggar Seni Lendang Guar Sekotong, penampilan finalist Dangdut Academy 2026 Nazwa Aulia, dan Regina & Harun, serta Live Music persembahan Kecamatan Lembar & Sekotong. Sajian musik dan tarian tradisional tersebut sukses menghibur para wisatawan lokal maupun mancanegara yang memadati area Amphitheater hingga akhir acara.
Ketua Komisi II DPRD Lobar Husnan Wadi mendukung Pemkab memperbanyak even atraksi di kawasan wisata baik itu di wilayah Lobar, baik di Senggigi, Narmada, Lingsar,dan lainnya. “Spot kegiatan semacam ini tidak saja di Senggigi, tapi di destinasi yang ada seperti di taman Narmada, Lingsar dan lainnya,” katanya.
Ajang seprti ini didorong melibatkan semua pihak, baik masyarakat maupun pelajar sebagai ruang berkreasi.
“Sanggar-sanggar Seni dilibatkan, insyaallah Lobar lebih menarik dilihat tidak saja dari segi pantai dari atraksi seni budaya,” imbuhnya. (her)


