Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram terus mencari pola untuk menekan terjadi kebocoran pendapatan asli daerah. Salah satunya mencoba menerapkan kupon berlangganan parkir. Kebijakan ini mulai diuji coba kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri menjelaskan, studi tiru yang dilakukan di Surabaya, Jawa Timur difokuskan pada pengelolaan retribusi parkir, reklame dan kebersihan. Akan tetapi, pihaknya memberikan catatan pada pengelolaan parkir. Pengelolaan parkir di Surabaya kata Alwan, menerapkan sistem langganan menggunakan kupon.
Masyarakat cukup memberikan kupon ke juru parkir sebagai bukti pembayaran retribusi parkir tepi jalan umum. “Nanti jukir sendiri yang tukar ke Dinas Perhubungan,” terang Sekda ditemui, Senin (24/8).
Penerapan parkir berlangganan menggunakan kupon mulai diuji coba di ASN di lingkup Pemkot Mataram. Para abdi negara itu dapat membeli kupon parkir di Badan Keuangan Daerah. Alwan berharap kebijakan ini dapat memasifkan pembayaran non tunai serta meminimalisir terjadinya kebocoran PAD. “Kupon parkir ini bernilai Rp1.000 dan Rp2.000. Nanti bisa dibeli langsung di BKD,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Mataram juga akan memasifkan penggunaan Quick Respond Indonesian Standard (QRIS). Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram menegaskan, rompi jukir akan dipasangkan QRIS dan kode masing-masing wilayah parkir.
Kebijakan ini membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Ia meminta pengendara yang menemukan jukir tidak menawarkan QRIS mendokumentasikan kemudian dikirim ke pusat informasi Dinas Perhubungan Kota Mataram. “Nanti petugas yang menindaklanjuti laporan itu untuk menindak tukang parkirnya,” katanya.
Alwan berharap penerapan kupon berlangganan bagi ASN serta memasifkan pembayaran non tunai dapat meningkatkan capaian retribusi parkir tepi jalan umum. Di samping itu, masyarakat juga diminta partisipasi aktif untuk membantu pemerintah memasifkan pembayaran parkir non tunai. “Kita garap regulasinya dulu di triwulan III ini. Insya Allah, kita akan segera terapkan di Kota Mataram,” demikian kata Sekda. (cem)


