Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 47 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) resmi diambil sumpah dalam Sumpah Dokter Periode ke-51 di Rinjani Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (26/8/2026).
Dari jumlah tersebut, 14 dokter berhasil meraih predikat cumlaude. Momen ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga menandai dimulainya tanggung jawab baru para dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Prosesi yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita tersebut dihadiri Ketua Senat Akademik Unizar, Rektor Unizar, para Wakil Rektor, jajaran pimpinan dan Wakil Dekan FK Unizar, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan, termasuk Direktur Rumah Sakit Pendidikan Utama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, perwakilan Rumah Sakit Mutiara Sukma NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kota Mataram, dan IDI Kota Mataram.
47 Dokter Baru Siap Mengabdi kepada Masyarakat
Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, menegaskan bahwa pengambilan sumpah dokter merupakan bentuk pernyataan diri lulusan setelah menyelesaikan dua tahapan pendidikan, yakni pendidikan sarjana kedokteran dan pendidikan profesi.
Menurutnya, sumpah dokter bukan sekadar prosesi akademik, melainkan menjadi landasan moral bagi dokter dalam menjalankan profesinya di tengah masyarakat.

“Dengan pengambilan sumpah tersebut seorang dokter baru berhak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan bekerja sesuai dengan keprofesiannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, profesi dokter menuntut keahlian sekaligus tanggung jawab sosial. Karena itu, sumpah menjadi pengikat moral agar setiap dokter menjalankan amanah profesinya secara sungguh-sungguh.
14 Dokter Raih Cumlaude, Tantangan Pengabdian Menanti
Wakil Dekan I FK Unizar, dr. Rohmania Setiarini, M.Sc., Sp.N, menyampaikan ucapan selamat kepada para dokter baru yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan lulus ujian kompetensi nasional.
Ia menekankan bahwa sumpah dokter merupakan awal dari amanah yang jauh lebih besar.
“Mulai hari ini, ilmu kedokteran yang diperoleh tersebut mulai Saudara bawa ke tengah masyarakat,” katanya.
Hingga Agustus 2026, FK Unizar telah meluluskan 781 dokter. Pada Sumpah Dokter Periode ke-51 ini, sebanyak 14 dokter memperoleh predikat cumlaude.

Namun, menurut dr. Rohmania, prestasi akademik akan semakin bermakna apabila para lulusan mampu menjadi dokter yang kompeten, berintegritas, dicintai pasien, dipercaya masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Sebagai fakultas kedokteran yang berada di kawasan Indonesia Timur, FK Unizar juga mendorong alumninya berani mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
“Keberhasilan seorang dokter tidak hanya diukur dari berapa banyak pasien yang ditangani, atau di mana ia bekerja, tetapi juga dari berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena kehadirannya,” tegasnya.
Dokter Baru Diminta Utamakan Keselamatan Pasien
Pesan serupa disampaikan Direktur Rumah Sakit Pendidikan Utama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., K-F.E.R., M.Kes., M. Ia mengingatkan para dokter baru agar memaknai sumpah sebagai janji moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, profesi, dan kemanusiaan.
Ia juga menekankan pentingnya patient safety atau keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam pelayanan kesehatan.
Di tengah perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang sangat cepat, dokter dituntut tetap mengedepankan empati dan kepedulian terhadap pasien.
“Gelar dokter bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan awal dari dedikasi untuk terus memperbarui ilmu pengetahuan dan keterampilan medis,” pesannya.
RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, juga berkomitmen memperkuat kerja sama strategis dengan Unizar, termasuk melalui peningkatan sarana, prasarana, dan kualitas bimbingan klinis.
Dokter Unizar Diminta Pegang Nilai Rahmatan Lil Alamin
Ketua IDI NTB, Dr. dr. Rohadi, Sp.BS, Subsp.N-Onk(K), S.H., M.H.(Kes), M.Med.Ed, mengapresiasi kiprah FK Unizar yang selama 22 tahun turut memperkuat sumber daya manusia kesehatan di NTB.
Ia mengingatkan para dokter baru agar membawa nilai Rahmatan Lil Alamin, berbudi luhur, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, jas putih yang dikenakan dokter bukan hanya simbol profesi, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar terhadap manusia.
Karena itu, dokter harus terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjadi long life learner atau pembelajar sepanjang hayat.
Dokter Baru: Membawa Manfaat bagi Sesama
Sementara itu, mewakili para dokter baru, dr. Annisa Saga, S.Ked, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Ia mengatakan pengalaman belajar di FK Unizar telah membentuk mereka bukan hanya untuk menguasai ilmu dan teknologi kedokteran, tetapi juga menjunjung nilai spiritual.
“Seorang dokter yang rahmatan lil ‘alamin, yang kehadirannya membawa kebaikan, kasih sayang, dan manfaat bagi seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, maupun status sosial,” tuturnya.
Bagi 47 dokter baru tersebut, sumpah hari ini menjadi titik awal perjalanan pengabdian. Ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan kini harus diwujudkan dalam pelayanan yang memberikan rasa aman, kepedulian, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan bekal kompetensi, integritas, nilai kemanusiaan, dan semangat belajar sepanjang hayat, para dokter baru FK Unizar diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan kesehatan, khususnya di NTB dan kawasan Indonesia Timur. (ron)


