BerandaNTBTransisi Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

Transisi Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Proses transisi pelaksanaan wajib belajar 13 tahun masih terus dilakukan. Infrastruktur, fasilitas sekolah, guru hingga siswa terus dipersiapkan untuk menyambut kebijakan pemerintah.

Sebagai informasi, program wajib belajar 13 tahun adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang memperluas masa wajib belajar dari yang sebelumnya 9 atau 12 tahun menjadi 13 tahun.  Mencakup 1 tahun prasekolah (PAUD/TK) serta 12 tahun pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, dan SMA/SMK).

Kabid PAUD-PNF Dinas Pendidikan Kota Mataram, Hj. Sabariah mengatakan, program wajib belajar 13 tahun merupakan program yang sudah dicanangkan pemerintah dan akan dimulai dari pendidikan anak usia untuk anak usia 6 tahun.

Realisasi programnya masih dalam tahap transisi. Berbagai aspek perlu disiapkan agar program tersebut dapat berjalan lancar.

“Masih transisi. Semua itu perlu persiapan. Pemerintah sedikit-sedikit mentransisikan bagaimana caranya agar program itu berhasil sesuai dengan harapan,” ujarnya, Kamis (27/8).

Beberapa persiapan seperti peningkatan kualitas sarpras dan fasilitas sekolah, pelatihan guru hingga pemberian kesejahteraan bagi calon siswa. Sebagaimana diketahui, calon siswa PAUD akan mendapatkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kesejahteraan siswa.

“Iya. Dapat PIP ini termasuk program untuk mendukung dan menyukseskan wajib belajar 13 tahun itu,” terangnya.

Program wajib belajar ini dinilai penting mengingat masih terdapat anak-anak yang tak melalui jenjang pendidikan PAUD sebelum masuk SD. Di Kota Mataram sendiri, sekitar 20 persen anak tidak mengenyam pendidikan PAUD. Meskipun, anak-anak tersebut bukan sepenuhnya berasal dari Mataram.

“Kalau anak-anak Mataram insyaallah mungkin bisa kita pastikan udah 100 persen masuk PAUD,” tegasnya.

Melalui sosialisasi yang masif, Sabariah berharap program ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Dengan demikian, setiap anak dapat mengenyam seluruh jenjang pendidikan.

“Jadi, pemerintah tentu sudah mensosialisasikan bukan hanya Dinas Pendidikan saja, juga melalui dinas-dinas terkait terkait program ini,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO