Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga triwulan kedua tahun 2026 sebanyak 130 kejadian kebakaran. Jumlah itu didominasi kebakaran lahan dan rumah masyarakat.
“Dari jumlah tersebut didominasi kebakaran lahan, sementara untuk kebakaran rumah hingga triwulan kedua mencapai 60 unit dengan kerugian ditaksir mencapai Rp9 miliar lebih,” kata Kabid Operasi Dinas Damkarmat Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Fachry kepada Suara NTB, Kamis (27/8).
Sementara, kasus kebakaran lahan mencapai 70 kasus dengan luas sekitar 0,5 hektar. Jumlah itu berpotensi bertambah karena puncak musim kemarau diprediksi terjadi hingga pertengahan bulan September mendatang.
Dikatakan, kejadian kebakaran lahan yang ditangani termasuk ada dua kejadian. Kebakaran lahan di Unter Ketimis dan di ruas jalan Sumbawa- Lunyuk. Sementara hasil pengecekan diduga lahan tersebut sengaja dibakar untuk penanaman komoditas jagung.
“Rata-rata lahan yang terbakar ini karena sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, selain itu ada juga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh masyarakat,” ucapnya.
Terkait dengan adanya masyarakat yang sengaja membakar lahan, pihaknya telah meminta kepada desa untuk bisa melakukan pendataan. Hal tersebut dilakukan sehingga ketika ada kejadian bisa langsung diketahui orang yang melakukan pembakaran lahan.
“Sebenarnya di 70 lokasi tersebut sudah rutin setiap tahun terjadi Karhutla, makanya kita minta desa untuk memberikan atensi khusus supaya tidak ada lagi masyarakat yang membakar lahannya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mencatat sekitar 6 wilayah yang masuk kategori rawan Karhutla. Meliputi, Desa Serading, Labuhan Badas tepatnya di belakang kantor Pertamina, Kawasan Samota. Selain itu di kecamatan Moyo Hulu, Semamung, dan di wilayah kecamatan Maronge.
“Kita hanya bisa menangani kebakaran lahan yang berada di dekat pemukiman masyarakat dan objek vital, termasuk pinggir jalan. Kalau untuk kawasan hutan itu kewenangan Satgas Karhutla yang sudah dibentuk,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada timbulnya kebakaran hutan. Bahkan masyarakat yang akan membersihkan lahan dengan cara dibakar untuk tidak ditinggalkan begitu saja melainkan tetap melakukan pemantauan supaya apinya bisa dikendalikan.
“Kami juga mengimbau kepada pengendara sepeda motor untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena itu akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” ujarnya. (ils)


