Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah Nusa Tenggara Barat. Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diminta waspada.
“Peringatan dini potensi banjir rob berlaku dari tanggal 27 Agustus hingga 5 September 2026. Sehingga kami berharap masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk waspada,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto kepada Suara NTB, Kamis (27/8).
Anto menjelaskan, fenomena pasang air laut maksimum diperkirakan berlangsung mulai tanggal 27 Agustus pukul 09.00 WITA hingga tanggal 5 September pukul 07.00 WITA. Perkiraan cuaca dan ketinggian gelombang untuk wilayah Sape dengan kondisi cuaca cerah berawan.
“Tinggi gelombang sekitar 0,5 – 2,5 meter dengan pasang maksimum sekitar 1,9 meter dan waktu pasang 09.00 – 07.00 WITA,” ucapnya.
BMKG turut mengidentifikasi sejumlah wilayah di NTB yang berpotensi terdampak banjir rob. Khusus di Kabupaten Sumbawa meliputi Kecamatan Sumbawa dan Labuhan Badas. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama wilayah pesisir untuk mewaspadai banjir rob.
Ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat banjir rob tersebut. Seperti genangan air, abrasi pantai dan terganggunya aktivitas nelayan serta transportasi laut. Hal tersebut dilakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang terkini melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh informasi yang lebih akurat dan terkini,” katanya mengingatkan. (ils)


