BerandaNTBKOTA MATARAMImbauan Mitigasi Kebakaran

Imbauan Mitigasi Kebakaran

- Advertisement -


PEMERINTAH Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan disampaikan secara lisan maupun tertulis melalui kepala lingkungan, RT, dan kader di wilayah tersebut.


Langkah itu dilakukan menyusul maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah daerah di NTB, termasuk Kota Mataram. Sebagian besar kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik.


Lurah Dasan Agung, Iwan Rijaldi, mengatakan pihak kelurahan sejauh ini masih mengandalkan imbauan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi. Sementara untuk penanganan ketika terjadi kebakaran, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram.


“Kalau dari kita sendiri di kelurahan paling imbauan, tetapi untuk antisipasi dari peralatan belum ada,” ujarnya, Jumat (28/8).


Iwan menyebutkan, sebelumnya setiap lingkungan pernah mendapatkan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi kebakaran. Namun, kondisi dan keberadaan peralatan tersebut saat ini belum diketahui secara pasti karena sudah dibagikan sekitar lima tahun lalu.


Selain persoalan kondisi alat, APAR juga membutuhkan perawatan secara berkala. Isi APAR memiliki masa kedaluwarsa sehingga perlu dilakukan penggantian agar tetap dapat digunakan saat dibutuhkan.


“APAR itu memang pernah dibagikan ke setiap lingkungan. Tetapi karena tidak ada perawatan, isinya juga ada masa kedaluwarsanya dan harus diganti,” jelasnya.


Selain APAR, terdapat hidran yang dipasang di kawasan Pasar Tradisional Dasan Agung. Namun, menurut Iwan, peralatan tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.


Pemerintah Kelurahan Dasan Agung berencana melaporkan kondisi tersebut kepada Damkarmat Kota Mataram agar peralatan pemadam kebakaran yang tersedia dapat diperiksa dan kembali berfungsi secara optimal.
“Itu sudah lama kayaknya tidak pernah dikontrol. Makanya besok kita laporkan, semoga bisa ditindaklanjuti,” katanya.


Iwan mengatakan Kelurahan Dasan Agung memiliki 13 lingkungan dengan karakteristik permukiman yang cukup padat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran, terlebih masih ditemukan kabel listrik yang semrawut dan bergelantungan di sejumlah kawasan permukiman.


Menurutnya, kondisi kabel yang tidak tertata berpotensi menimbulkan korsleting listrik. Apalagi, korsleting menjadi salah satu penyebab kebakaran yang cukup banyak terjadi belakangan ini.


Iwan mengaku khawatir terhadap keberadaan kabel yang bergelantungan di atas rumah warga. Persoalan tersebut, menurutnya, tidak hanya terjadi di wilayah Dasan Agung, tetapi juga ditemukan di sejumlah kawasan perkotaan.
“Itu juga ada kekhawatiran ke arah sana. Cuma kalau ada persoalan saja baru kita laporkan. Kalau kita minta langsung perawatan kabel dari petugasnya, sepertinya sulit,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO