Giri Menang (Suara NTB) — Jambore Jurnalistik Pelajar SMA/SMK/MA Se-Wilayah 1 Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 resmi ditutup pada Minggu (30/8/2026) di Taman Wisata Gowa Lawah, Desa Lembah Sempage Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, NTB. Kegiatan yang diselenggarakan JurnaliSmanar SMAN 1 Narmada tersebut diikuti pelajar dari berbagai sekolah di wilayah 1 NTB.
Mengusung tema “GRAMOUS 2026: Merekam Fakta, Menjaga Rupiah, Membangun Kesadaran”, jambore menjadi wadah pengembangan kompetensi jurnalistik, kreativitas, dan kolaborasi pelajar sekaligus penguatan literasi digital dan finansial.

Penutupan ditandai dengan laporan Ketua Panitia Habiburrahman, S.Pd., M.Pd., sekaligus pembacaan Surat Keputusan Panitia tentang pelaksanaan dan penetapan pemenang lomba. Selanjutnya, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Narmada H. Hedi Hatadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus menutup kegiatan.

Lima mata lomba dipertandingkan dalam jambore tersebut, yakni Penulisan Opini, Poster Digital, Fotografi Jurnalistik, Sinematografi, dan Liputan Berita. Para pemenang kemudian menerima penghargaan dan piala hingga bingkisan dan uang pembinaan dari panitia.

Selain penghargaan pada masing-masing kategori, panitia juga menetapkan Juara Umum Jambore Jurnalistik Pelajar Se-Wilayah 1 NTB Tahun 2026 berdasarkan akumulasi perolehan prestasi dari lima mata lomba. Juara umum yang akhirnya tetap menjadi milik Tuan Rumah ini berhak menerima kembali Piala Bergilir Jambore Jurnalistik Tahun 2026 ini.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi JurnaliSmanar SMAN 1 Narmada dengan berbagai pihak, seperti Cabang Dinas Wilayah 1 NTB, termasuk Bank Indonesia sebagai Sponsor Utama, dalam mendukung penguatan literasi digital dan finansial di kalangan pelajar.
Melalui tema GRAMOUS 2026, peserta didorong tidak hanya mampu menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memahami pentingnya akurasi informasi, etika dalam pemanfaatan teknologi, serta kesadaran terhadap Rupiah dan perkembangan transaksi digital.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, panitia berharap pengalaman selama tiga hari jambore dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan jurnalistik di sekolah maupun di ruang publik digital. (r)


