Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram perlu memperkuat mitigasi guna mengantisipasi kebakaran. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) justru tidak dimiliki oleh sejumlah sekolah. Padahal alat ini penting untuk memadamkan api dengan cepat
Kepala SMP Negeri 22 Mataram Nasrullah mengaku belum memiliki APAR di sekolahnya. Padahal, alat pemadam kebakaran itu sangat penting apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. “Kalau sekolah-sekolah semacam kita belum ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Mataram, Suherman mengaku memiliki satu buah APAR. Namun, perangkat tersebut sudah tidak lagi berfungsi. “Kemarin waktu diperiksa tidak berfungsi,” tuturnya.
Di tengah musim panas, ia menilai alat tersebut memang sangat perlu di setiap sekolah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram juga turut memberi atensi terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem. Sekolah terus diingatkan untuk memastikan keamanan masing-masing terutama menyangkut sistem mitigasi bencana. Elemen sekolah diminta rutin mengecek fasilitas sekolah untuk meminimalisasi potensi kebakaran. “Sehingga kepala sekolah untuk kita ingatkan semuanya, penjaga sekolah untuk selalu memeriksa keamanan-keamanan sekolah,” ujar Sekretaris Disdik Kota Mataram, H. Naufal Aldian.
Terkait fasilitas seperti APAR, Naufal membenarkan, belum semua sekolah memiliki perangkat tersebut. Pihaknya terus mengambil langkah-langkah mitigatif untuk mencegah kebakaran di lingkungan sekolah.(sib)


