Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima,mengusulkan pembangunan pos pembantu di wilayah yang berada di luar Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK). Keberadaan pos tersebut dinilai penting untuk memangkas waktu tempuh armada menuju lokasi kebakaran dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Damkar Kota Bima, Abdul Rafik, ST., mengatakan pos pembantu menjadi salah satu opsi untuk memenuhi target waktu respons maksimal 15 menit. Terutama untuk wilayah yang lokasinya jauh dari markas Damkar dan sulit dijangkau dalam waktu singkat.
“Iya, opsi pos pembantu. Bagaimana supaya di luar WMK itu bisa tercapai 15 menit minimal posisinya. Memang kami sudah mengajukan itu pos pembantu,” katanya pekan kemarin.
Menurutnya, pembangunan pos pembantu tidak cukup hanya dengan menyediakan bangunan. Pos tersebut harus didukung sarana dan prasarana, terutama satu unit mobil pemadam serta personel yang memiliki kemampuan penanganan kebakaran.
Kebutuhan pos pembantu semakin penting untuk wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu. Selain jarak, kondisi jalan yang menanjak menjadi kendala bagi armada Damkar yang membawa beban berat saat menuju lokasi kebakaran.
Rafik mengatakan kondisi tersebut terutama menjadi persoalan ketika terjadi kebakaran lahan dan hutan yang umumnya berada di kawasan dengan akses yang tidak mudah. Sementara itu, waktu menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran karena api dapat dengan cepat membesar.
Meski belum memiliki pos pembantu, Damkar tetap berupaya memberikan respons secepat mungkin setiap menerima laporan masyarakat. Pelayanan penanganan kebakaran dan penyelamatan dilakukan selama 24 jam.
Namun, pembangunan pos pembantu membutuhkan dukungan anggaran karena mencakup penyediaan gedung, kendaraan, sarana-prasarana serta personel. Kondisi keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam merealisasikan usulan tersebut.
“Memang biayanya juga lumayan dengan kondisi keuangan daerah. Tapi selama ini kami berusaha untuk walaupun tidak ada pos pembantu, selalu berusaha merespons secepat mungkin,” katanya.
Saat ini,Damkar Kota Bima memiliki empat unit mobil pemadam. Jumlah tersebut dinilai masih kurang, terlebih sebagian armada yang digunakan sudah berusia tua.
Rafik menyebut kebutuhan idealnya masih memerlukan tambahan sekitar dua hingga tiga unit mobil pemadam. Penambahan armada diperlukan agar tetap tersedia kendaraan siaga ketika unit lainnya sedang menangani kebakaran atau harus mengisi kembali air.
Di sisi lain, Damkar juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas ketika terjadi kebakaran. Laporan yang cepat dinilai dapat membantu petugas memperpendek waktu respons, terutama pada kejadian yang membutuhkan penanganan segera. (hir)


