BerandaEKONOMIBupati Sumbawa Wacanakan Pasar Seketeng Jadi Mal

Bupati Sumbawa Wacanakan Pasar Seketeng Jadi Mal

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengubah kawasan Pasar Seketeng menjadi pusat perdagangan modern atau Mal Sumbawa. Wacana ini disiapkan, setelah aktivitas pasar tradisional Seketeng ini nantinya dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif.

Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot  mengatakan rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Pasar Seketeng yang saat ini dinilai semakin padat dan tidak lagi memiliki lahan parkir yang memadai.

“Rencana ke depan, ketika kita sudah agak sedikit longgar fiskalnya, kita sudah membeli lahan 8 hektare. Lahannya di sebelah Terminal Sumber Payung,” kata Jarot.

Menurutnya, lahan seluas sekitar 8 hektare tersebut akan menjadi lokasi pasar baru. Dengan lahan yang lebih luas, para pedagang nantinya tidak lagi berjualan dalam kondisi berdesakan seperti yang terjadi di Pasar Seketeng saat ini.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terlebih dahulu akan membangun pasar baru di kawasan Sumber Payung. Setelah pasar baru tersebut siap dan aktivitas perdagangan dapat dipindahkan, kawasan Pasar Seketeng akan ditata untuk fungsi perdagangan modern.

“Setelah kita mendapat anggaran yang luas untuk membangun pasar seperti di Sumber Payung, setelah itu kita wacanakan (pasar Seketeng) menjadi mal,” ujarnya.

Jarot menegaskan, pembangunan pasar baru menjadi langkah awal yang harus diselesaikan sebelum rencana menjadikan Pasar Seketeng sebagai mal direalisasikan. Pemerintah juga masih perlu mencari mitra untuk pengembangan kawasan tersebut.

“Belum (ditawarkan ke mitra). Kita harus cari solusi pasarnya dulu, bangun, baru yang (Pasar Seketeng). Kalau (mal) itu gampang, banyak orang yang tertarik. Tinggal sekarang kita geser pasarnya dulu,” jelasnya.

Jarot mengatakan, rencana pemindahan pasar bukan semata-mata untuk mengubah fungsi Pasar Seketeng, tetapi juga sebagai upaya memberikan ruang yang lebih layak bagi pedagang dan masyarakat.

Kondisi Pasar Seketeng saat ini, menurutnya, sudah semakin padat. Bahkan, ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusi.

“Nanti pedagang-pedagang sudah leluasa, tidak lagi saling himpit-himpitan di sini. Dan tidak ada (masalah) tempat parkir,” katanya.

Ia membayangkan kawasan Sumber Payung nantinya berkembang menjadi kawasan perdagangan baru yang lebih modern dan tertata. Pasar tradisional tetap disiapkan, namun berada dalam kawasan yang memiliki ruang lebih luas dan fasilitas yang lebih memadai.

Sementara itu, kawasan Pasar Seketeng nantinya diarahkan menjadi pusat perdagangan modern. Jarot bahkan membayangkan kawasan tersebut dapat berkembang menjadi kawasan eksekutif dengan konsep seperti kawasan komersial terpadu.

“Ini sudah kita rancang dan insyaallah ke depan akan menjadi daerah yang lebih bagus dan akan menjadi kawasan yang mewah. Kalau di Mataram, seperti Epicentrum Mal yang akan dibangun di sini,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memilih menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan pasar baru di Sumber Payung sebelum mengembangkan Pasar Seketeng menjadi pusat perdagangan modern.

Terkait target waktu, Jarot belum menetapkan secara pasti kapan seluruh rencana tersebut dapat diwujudkan. Menurutnya, rencana tersebut dapat direalisasikan dalam kurun sekitar lima tahun, tergantung kemampuan fiskal daerah dan kesiapan pembangunan pasar baru.

“Saya belum bisa (memastikan). Jangka panjang itu bisa lima tahun. Sebetulnya kita usahakan,” katanya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO