Mataram (Suara NTB) – Peregangan atau stretching sebelum berkendara kerap dianggap sepele. Padahal, aktivitas sederhana selama lima hingga 10 menit tersebut dapat membantu mempersiapkan tubuh sebelum pengendara beraktivitas di jalan, terutama saat melakukan perjalanan jauh atau touring.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengatakan peregangan sebelum berkendara memiliki sejumlah manfaat. Selain membantu melancarkan peredaran darah, stretching juga dapat meningkatkan fokus pengendara.
“Kalau untuk stretching, sebenarnya bisa kita lakukan lima sampai 10 menit. Kalau memang tidak sempat, lima menit juga cukup,” kata Satria.
Menurutnya, tubuh yang dipersiapkan sebelum berkendara akan membuat pengendara lebih nyaman saat berada di atas sepeda motor. Peregangan juga membantu mengurangi risiko otot kaku selama perjalanan.
Terlebih bagi pengendara yang akan menempuh perjalanan jauh. Posisi tubuh yang relatif sama dalam waktu lama dapat membuat sejumlah bagian tubuh terasa tegang atau kaku.
“Tujuannya meningkatkan fokus kita saat berkendara. Kemudian aliran darah juga bisa diperlancar sehingga kita lebih mudah dan nyaman berkendara,” jelasnya.
Satria menjelaskan, stretching sebelum berkendara tidak membutuhkan gerakan yang rumit. Pemanasan cukup dilakukan pada bagian tubuh dari atas hingga bawah.
Peregangan dapat dimulai dari leher, bahu, tangan, pinggang hingga kaki. Tujuannya memastikan otot-otot tubuh tidak dalam kondisi kaku ketika pengendara mulai melakukan perjalanan.
“Stretching itu pemanasan tubuh dari bagian atas sampai bagian bawah. Jadi jangan sampai ketika touring, otot-otot kita kaku,” ujarnya.
Kondisi otot yang kaku selama perjalanan juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan kram. Hal tersebut tentu dapat mengganggu konsentrasi pengendara ketika harus mengendalikan kendaraan.
“Ini juga untuk menghindari kram otot ketika di jalan, apalagi kalau menempuh perjalanan yang lumayan jauh,” katanya.
Karena itu, kebiasaan melakukan peregangan sebaiknya tidak hanya diterapkan oleh pengendara yang hendak melakukan touring. Pengendara yang menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari juga dianjurkan melakukan pemanasan sebelum berangkat.
Menurut Satria, pengendara yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja juga perlu memperhatikan kondisi tubuh sebelum berangkat.
Terlebih bagi pekerja yang harus berangkat pada pagi hari, seperti guru maupun karyawan swasta. Setelah bangun tidur, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali aktif sepenuhnya sebelum digunakan beraktivitas.
“Pengendara biasa sebenarnya juga harus melakukan. Apalagi pekerja-pekerja yang setiap pagi pergi bekerja. Bangun tidur minimal sudah stretching dulu,” katanya.
Peregangan dapat dilakukan sebelum mandi maupun sebelum berangkat bekerja. Aktivitas tersebut dinilai membantu tubuh lebih siap sekaligus mengurangi rasa lelah dan kantuk.
“Untuk meningkatkan fokus, menghilangkan rasa lelah dan ngantuk juga di jalan raya,” ujarnya.
Satria menambahkan, tidak ada ketentuan khusus mengenai jarak perjalanan yang mengharuskan pengendara melakukan stretching. Namun, ia menyarankan aktivitas tersebut dijadikan kebiasaan setiap kali seseorang hendak berkendara, baik untuk perjalanan jauh maupun aktivitas harian.
“Sebisa mungkin setiap hari kita touring, setiap hari kita pergi bekerja, lakukan stretching. Biasanya pagi-pagi kita mengantuk. Itu untuk membantu menghilangkan rasa ngantuk dan memperlancar peredaran darah,” pungkasnya.
Dengan demikian, sebelum menyalakan mesin dan melaju ke jalan raya, pengendara tidak hanya perlu memastikan kondisi sepeda motor siap. Kondisi tubuh juga harus dipersiapkan agar perjalanan lebih nyaman, fokus dan aman. (bul)


