BerandaNTBDOMPUKejurnas Pelajar Tarung Derajat, Dua Emas Disumbang Petarung Asal Dompu

Kejurnas Pelajar Tarung Derajat, Dua Emas Disumbang Petarung Asal Dompu

- Advertisement -

Dompu (Suara NTB) – Atlet Tarung Derajat Kabupaten Dompu kembali mengharumkan nama daerah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Piala BHS Cup III Tahun 2026 di Jawa Timur.

Dari lima atlet Tarung Derajat asal Dompu yang memperkuat kontingen NTB, dua atlet berhasil menyumbangkan medali emas. Bahkan, dua dari total tiga medali emas yang diraih kontingen NTB pada kejuaraan tersebut berasal dari petarung asal Kabupaten Dompu.

Ketua Tarung Derajat Kabupaten Dompu, Abdul Khair, S.Pd.,Senin (31/8), mengatakan, lima atlet asal Dompu dipercaya mewakili NTB pada Kejurnas Pelajar Piala BHS Cup III Tahun 2026.

Kontingen NTB sendiri berhasil menempati posisi juara umum kedua dengan perolehan tiga medali emas, dua medali perak dan dua medali perunggu.

Dua medali emas untuk NTB disumbangkan oleh atlet Tarung Derajat asal Dompu, yakni Ibnu Hiban, pelajar SMKN 2 Dompu dan Muhammad Muharram Marangga dari SMAN 1 Dompu.

Pada partai final yang berlangsung Minggu (30/8), Ibnu Hiban berhasil mengalahkan petarung asal Bali, Putu Agus Angga dan memastikan medali emas.

Pertarungan keduanya berlangsung sengit. Jual beli pukulan dan tendangan terjadi sepanjang pertandingan. Kedua petarung tampil ngotot dalam melancarkan serangan. Namun, Ibnu Hiban dinilai lebih lihai membaca pola serangan lawannya hingga akhirnya mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembalasan bagi Ibnu Hiban. Sebab, pertandingan itu merupakan pertemuan kedua antara kedua petarung.

Pada Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora Tahun 2025 di Bandung, Ibnu Hiban harus mengakui keunggulan petarung asal Bali tersebut. Dengan kemenangan pada Kejurnas BHS Cup III Tahun 2026, pertemuan keduanya kini menjadi imbang.

Sementara itu, atlet Dompu lainnya, Muhammad Muharram Marangga, harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Marthinenggo Abraham Jello Sadipun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada partai final dengan skor 0-3.

Abdul Khair mengatakan, capaian yang diraih para atlet muda tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi Tarung Derajat Dompu ke depan.

“Capaian ini akan kita jadikan evaluasi untuk kemajuan prestasi ke depannya. Harapan kami agar ke depannya KONI Dompu jangan tutup mata pada pembinaan atlet-atlet junior,” ungkap Abdul Khair.

Menurutnya, prestasi yang diraih atlet senior maupun atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Nasional (PON), tidak terlepas dari pentingnya pembinaan atlet usia junior.

Atlet junior, kata dia, merupakan pelapis bagi para atlet senior. Karena itu, pembinaan prestasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar regenerasi atlet tetap berjalan.

“Prestasi yang diraih oleh atlet senior ataupun atlet-atlet yang akan diterjunkan pada ajang Porprov maupun PON tidak terlepas dari pembinaan atlet junior yang menjadi pelapis senior-seniornya. Sehingga pembinaan prestasi itu berjalan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Pada Kejurnas Tarung Derajat antar pelajar tersebut, tuan rumah Jawa Timur sebagai juara umum pertama dengan raihan tiga medali emas, empat medali perak dan dua medali perunggu.

Sementara NTB menempati posisi juara umum kedua dengan tiga emas, dua perak dan dua perunggu. Adapun Bali berada di posisi juara umum ketiga setelah mengoleksi tiga medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO