Dompu (Suara NTB) – Rencana Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., untuk melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) hasil seleksi terbuka belum juga terwujud alias kembali molor. Padahal, janji untuk melaksanakan pelantikan setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Proses penentuan 11 pejabat pimpinan tinggi pratama ini sebenarnya telah melalui tahapan panjang. Bahkan, Bupati Dompu memilih melakukan wawancara secara langsung terhadap 33 pejabat yang masuk tiga besar hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel) JPT. Wawancara tersebut dilakukan untuk mengenal lebih jauh para pejabat yang akan membantu dalam menjalankan dan menyukseskan program kerja selama masa kepemimpinannya.
Wawancara langsung terhadap 33 pejabat itu berlangsung cukup panjang, dimulai pada Senin (3/8/2026) pagi hingga Selasa (4/8/2026) dini hari.
Sepekan setelah pelaksanaan wawancara tersebut, Bupati Dompu yang dikonfirmasi wartawan menyampaikan rencana pelantikan 11 pejabat JPT akan dilakukan setelah peringatan 17 Agustus 2026.
Penundaan pelantikan hingga setelah Hari Kemerdekaan itu dimaksudkan agar para pejabat tetap fokus menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Dompu. Namun, hingga perayaan kemerdekaan berlalu, pelantikan yang dijanjikan tersebut belum juga dilaksanakan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, H. Khairul Insyan, SE., MM., yang dikonfirmasi wartawan, Senin (31/8), enggan memberikan komentar terkait belum adanya pelantikan tersebut. “Jangan ditanyakan ke saya itu. Tugas kami (pansel) sudah selesai,” katanya singkat.
Sebagaimana mekanisme seleksi terbuka, panitia seleksi telah menyelesaikan tugasnya dengan menyerahkan tiga nama calon terbaik untuk setiap jabatan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. Selanjutnya, keputusan penetapan dan pelantikan pejabat menjadi kewenangan Bupati. (ula)


