Praya (Suara NTB) – Pembangunan Museum serta Masjid Sade bakal menjadi prioritas awal untuk dibangun pada masa rekonstruksi kampung adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) yang direncanakan akan dimulai pekan ini. Pasalnya, untuk pembangunan rumah adat Sade sendiri masih harus menunggu desain kampung adat selesai disusun terlebih dahulu. Baru kemudian proses pembangunanya akan dimulai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., kepada Suara NTB, Senin (31/8/2026), mengungkapkan pembangunan masjid diutamakan lebih dahulu karena itu menjadi fasilitas umum yang memang jadi prioritas. Sumber pembiayaanya pun sudah ada.
Di mana proses pembangunanya akan dibayai oleh MIM (Metro Insan Mulia) Foundation. “Jadi untuk pembangunan Masjid Sade akan dibangun dengan donasi dari MIM foundation,” sebutnya.
Begitu juga Museum Sade, didahulukan karena diharapkan bisa menjadi destinasi wisata saat ajang MotoGP Mandalika nantinya. Karena itu, proses pembangunananya ditargetkan selesai sebelum ajang MotoGP Mandalika berlangsung. Jadi para penonton MotoGP yang ingin berwisata ke kampong adat Sade bisa mengunjungi Museum Sade.
Pasalnya, begitu proses rekonstruksi dimulai area kampung adat Sade akan ditutup dibagian samping kiri dan kanan serta depan. Jadi wisatawan tidak akan bisa leluasan masuk ke area kampung adat Sade yang sudah habis terbakar. Mereka yang masuk akan dibatasi. Ini untuk memastikan proses rekonstruksi bisa berjalan dengan aman.
“Untuk bagian belakang kampung adat Sade memang tidak akan ditutup. Agar bisa memberikan akses bagi warga setempat untuk beribadah ke Masjid Sade,” ujarnya.
Disinggung lokasi pembangunan Museum Sade, Firman mengatakan sampai saat ini masih diskusikan dengan warga. Sembari itu, tim dari Universitas Mataram (Unram) terus menyelesaikan desain bangunan museum. Begitu juga untuk barang-barang yang akan ditampilkan di museum nantinya saat ini juga sedang dikumpulkan.
Setelah itu baru kemudian ada dikurasi untuk menentukan barang atau artefak apa saja yang akan dipajang di Museum Sade nantinya. “Untuk pembangunan Museum Sade akan dibiayai oleh PT Amerta Indah Otsuka, selaku mitra Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Pemprov NTB,” jelasnya.
Begitu Museum Sade selesai dibangun, pengelolaannya akan diserahkan ke masyarakat setempat. Harapannya, dari hasil pengelolaan museum tersebut masyarakat bisa membiayai pengembangan kampong adat Sade ke depannya.
“Yang paling penting keberadaan museum ini nantinya bisa mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat Sade pascamusibah kebakaran,” pungkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng ini. (kir)


