BerandaHEADLINELampaui Target, 353 Proposal Ikuti Sayembara Riset Inovasi Brida NTB

Lampaui Target, 353 Proposal Ikuti Sayembara Riset Inovasi Brida NTB

- Advertisement -

SEBANYAK 353 proposal tercatat mengikuti sayembara riset dan inovasi daerah tahun 2026. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi daripada prediksi awal yang hanya memperkirakan sekitar 100 proposal. Tingginya antusiasme masyarakat mengikuti sayembara tersebut, Pemprov NTB memilih untuk memperpanjang waktu seleksi administratif, yang semula pada 1 September 2026, ditambah dua hari jadi Kamis, 3 September 2026.


Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi NTB, I Gede Putu Ariyadi, mengatakan proses seleksi tidak semata-mata bertujuan memilih proposal terbaik, tetapi juga menemukan gagasan yang dapat dikembangkan, diterapkan, dan diinkubasi. Karena itu, tahapan seleksi perlu dirancang secara sederhana dan terukur agar tim dapat membedakan dengan jelas antara proposal yang memenuhi persyaratan dasar dan proposal yang memiliki kualitas substansi untuk dikembangkan.


Seleksi tahap pertama, tim tidak menggunakan skoring untuk menilai kelengkapan administratif. Tim cukup memastikan setiap proposal memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, antara lain batas usia, identitas pengusul, legalitas institusi, kelengkapan dokumen, orisinalitas atau pernyataan plagiasi, serta kesesuaian dengan tema prioritas sayembara.


“Proposal yang tidak memenuhi persyaratan yang bersifat wajib dinyatakan tidak lulus tahap administratif,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.


Ia melanjutkan, sekretariat akan merekapitulasi hasil pemeriksaan dari setiap tim melalui formulir yang telah disepakati. Setiap baris pada formulir mewakili satu proposal sehingga status kelengkapan setiap peserta dapat ditelusuri dengan jelas. Mekanisme checklist dan penanda pada persyaratan tertentu juga digunakan untuk memudahkan tim mengidentifikasi proposal yang memenuhi maupun tidak memenuhi ketentuan.


Prioritas tersebut juga berkaitan dengan agenda pembangunan daerah, terutama pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.


“Dengan demikian, sayembara tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetap juga menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan peneliti dengan kebutuhan nyata pembangunan NTB,” katanya.


Melalui berbagai tahapan tersebut, Pemprov NTB berupaya memastikan proses sayembara Riset dan Inovasi Daerah berlangsung transparan, objektif, akuntabel, dan sesuai SOP. Dari ratusan gagasan yang masuk, proses seleksi diharapkan menghasilkan riset terapan yang tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang hadir, diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB.


“Respons positif masyarakat melalui berbagai platform media sosial memperlihatkan agenda riset dan inovasi mulai mendapat perhatian publik. Kami memandang momentum tersebut sebagai peluang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi peneliti muda agar ide dan kreativitas mereka dapat diarahkan menjadi karya vang konkret dan bermanfaat,” jelasnya.


Setelah batas waktu seleksi administratif berakhir, sekretariat akan menyusun database proposal vang lulus dan tidak lulus sebagai dasar pembahasan pada tahap berikutnya. Tim selanjutnya akan menyepakati kriteria dan bobot penilaian substansi sebelum menentukan proposal yang paling layak untuk dikembangkan. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO