BerandaNTBLOMBOK BARATDistan Lobar Belum Terima Laporan Gagal Panen

Distan Lobar Belum Terima Laporan Gagal Panen

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Lombok Barat (Distan Lobar) sejauh ini belum menerima laporan dari petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan yang melanda wilayah itu. Akan tetapi, dampak kekeringan yang meluas dikhawtirkan berpengaruh terhadap produksi pertanian di daerah setempat.


Pihak Dinas pun terus berupaya mengantisipasi terjadinya gagal panen dengan berbagai upaya dan langkah. Dari data dinas terikait yang disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian Lobar Muhammad Taufik, S.P., M.Ling., menyebut areal tanaman petani yang berpotensi terdampak kekeringan sekitar 150 hektare di wilayah Tempos dan beberapa hektare di daerah lainnya. Seperti Desa Banyu Urip, Kuripan Utara, Kuripan Timur dan Sekotong.


Tetapi sejauh ini lanjut dia, belum ada laporan gagal panen yang bisa berdampak pada penurunan produksi. “Belum ada laporan, tapi indikasi gagal panen saja. Kalaupun ada penurunan mudah-mudahan tidak terlalu jauh,” kata dia, Kamis (3/9/2026).


Dikatakan, jika lahan pertanian yang berpotensi gagal panen bisa panen maka produksi akan normal. Ia berharap paling tidak bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya, karena luas areal pertanaman juga bertambah.


Pihaknya berupaya mengikatkan produksi pertanian dengan perluasan areal tanam melalui bantuan program irigasi perpompaan atau Irpom. Irpom ini diarahkan ke daerah-daerah marginal, kering untuk bisa mengantisipasi kekeringan serta meningkatkan indeks pertanaman (IP).


“Di samping itu kami ada brigade yang sudah dibentuk dan didukung oleh pimpinan kami, Ibu Wabup. Alhamdulillah kita dapat dukungan alsintan seperti pompa untuk Brigade,” imbuhnya.


Brigadi ini sudah dibentuk di Distan, termasuk di beberapa desa. Khusus untuk di Dinas, tim brigade ada Alsintan dan POPT. Brigade ini diharapkan dilengkapi sarana prasarana seperti untuk pengairan, paling tidak tim memiliki pompa air. Sehingga ketika petani melapor mengalami kekeringan tim ini bisa langsung turun membantu petani.


Brigade dinas menyiapkan peralatan yang bisa dipinjamkan kepada petani yang membutuhkan. Misalnya, ketika butuh hand traktor untuk membajak tanah, tim bisa turun membantu petani. Sehingga petani tidak perlu menunggu terlalu lama untuk membajak sawah, atau kebutuhan lainnya.


Sebab selama ini dari hasil turun ke lapangan, kadang ada petani yang bersamaan menggunakan hand traktor, sehingga petani lain perlu menunggu giliran. Dengan adanya sarpras di Brigade, maka petani bisa cepat dibantu. Selain itu semua pihak juga ikut memberikan dukungan dalam penanganan lahan pertanian terdampak kekeringan ini. Sehingga diharapkan mampu mencegah kekeringan di lahan pertanian kedepan. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO