BerandaNTBDOMPUKemarau Ekstrem, Petani di Dompu Ubah Pola Tanam

Kemarau Ekstrem, Petani di Dompu Ubah Pola Tanam

- Advertisement -

Dompu (Suara NTB) – Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Dompu,ternyata tidak terlalu berdampak secara luas terhadap tanaman pangan masyarakat. Kemampuan petani dalam menyesuaikan jenis komoditas dengan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang membuat sektor pertanian tetap bertahan di tengah minimnya curah hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., mengatakan, petani kini semakin memahami pentingnya memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi iklim, khususnya menghadapi anomali cuaca dan ancaman kekeringan. “Alhamdulillah, petani kita sampai hari ini cerdas,” kata Syahrul kepada Suara NTB  pada,Rabu (2/9).

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, terus melakukan pendampingan kepada petani di lapangan. Pendampingan tersebut terutama dilakukan untuk memberikan pemahaman dalam menentukan jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Jika sebelumnya petani cenderung menanam jagung setelah panen padi pada musim hujan, pola tersebut kini mulai berubah. Di tengah kondisi ketersediaan air yang semakin terbatas, sebagian petani memilih tidak menanam jagung pada musim kemarau. “Mereka cenderung menanam kacang hijau dan kacang kedelai,” jelasnya.

Sementara,petani yang tetap menanam padi memilih lokasi-lokasi yang memiliki ketersediaan air. Umumnya kata dia,berada di lahan sawah eksisting yang masih memiliki rembesan air.

Selain tanaman pangan, sebagian petani juga mengembangkan komoditas hortikultura. Lokasi penanaman dipilih secara selektif, terutama di kawasan yang memiliki sumber air, seperti daerah rembesan maupun lahan yang berada di sekitar sungai.

Syahrul mengakui, kemarau ekstrem tetap memberikan dampak terhadap sejumlah komoditas pertanian. Namun, dampaknya tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Dompu. “Dampak terhadap komoditas pasti ada, tetapi tidak secara menyeluruh,” katanya.

Untuk mengantisipasi kekurangan air di sejumlah wilayah, pemerintah daerah juga melakukan langkah-langkah penanganan langsung di lapangan. Salah satunya dilakukan di wilayah Bakajaya dengan memberikan bantuan pompa air serta mengoptimalkan pemanfaatan pompa yang sebelumnya telah disalurkan kepada kelompok tani.

Pemanfaatan sumber-sumber air yang masih tersedia terus dioptimalkan untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air.

Selain itu, Kabupaten Dompu juga mendapat manfaat dari program pemerintah pusat berupa Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpim). Program tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi petani dalam menghadapi keterbatasan air.

Pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap petani penerima program tersebut, melalui fasilitas irigasi, petani dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia untuk mendukung kegiatan pertanian, termasuk penanaman padi dalam rangka meningkatkan produksi dan mendukung program swasembada pangan. “Logikanya, mereka pasti memilih lahan eksisting sawah atau lahan yang selama ini dibiarkan, tetapi memiliki potensi sumber air,” jelas Syahrul.

Dengan kemampuan petani menyesuaikan pola tanam dan memilih komoditas yang tepat, kemarau ekstrem yang terjadi saat ini belum memberikan dampak besar terhadap sektor tanaman pangan di Kabupaten Dompu. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO