Mataram (Suara NTB) — Ruang Terbuka Hijau (RTH) Selagalas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, masih minim pengunjung. Sejumlah pengunjung dan pedagang menilai kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan fasilitas, terutama ketersediaan air dan listrik.
Pantauan Suara NTB, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 08.30 Wita, suasana RTH Selagalas terlihat cukup lengang. Hanya beberapa orang yang tampak beraktivitas di kawasan taman, termasuk sejumlah pedagang kaki lima (PKL).
Meski relatif sepi, RTH Selagalas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin bersantai maupun beraktivitas di ruang terbuka.
Salah seorang pengunjung, Abi, mengaku baru pertama kali datang ke RTH tersebut setelah beberapa kali melihatnya muncul di beranda Instagram. Kebetulan melintas di sekitar lokasi, ia kemudian memutuskan untuk singgah.
“Tau taman ini dari IG karena banyak berseliweran di fyp. Kebetulan tadi lewat, makanya singgah. Tempatnya bagus, hawanya dingin, masih asri juga, fasilitasnya juga lengkap. Ini pertama kalinya saya ke sini,” ujar Abi.
Kehadiran pengunjung yang datang setelah melihat informasi mengenai RTH Selagalas melalui media sosial menunjukkan kawasan tersebut masih memiliki potensi untuk menarik minat masyarakat. Namun, keterbatasan sejumlah fasilitas dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut belum ramai dikunjungi.
Kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar taman. Salah seorang juru parkir (jukir), Azroi, mengatakan RTH Selagalas mulai sepi sejak masa pandemi covid-19.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas, terutama air dan listrik, turut memengaruhi kenyamanan masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan tersebut.
“Taman ini mulai sepi sejak zaman covid dulu. Terus fasilitas kayak air dan listrik juga tidak ada, makanya pengunjung mikir mau ke sini. Semoga pemerintah lebih memperhatikan kondisi taman, bisa tambahkan air atau burung-burung, kan ada kandangnya di dalam,” jelasnya.
Sepinya pengunjung juga berdampak terhadap pedagang yang berjualan di kawasan RTH Selagalas. Jumlah pembeli yang datang sangat bergantung pada banyaknya masyarakat yang beraktivitas di taman.
Salah seorang pedagang, Mainah, berharap ketersediaan air segera mendapat perhatian sehingga RTH Selagalas dapat kembali ramai dikunjungi masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan turut berdampak terhadap pendapatan para pedagang.
“Semoga segera ada air biar makin banyak orang yang datang, biar pendapatan tetap ada,” ujarnya.
Menurutnya, air dan listrik merupakan fasilitas dasar yang penting untuk menunjang kenyamanan serta aktivitas masyarakat selama berada di kawasan RTH.
RTH Selagalas diharapkan dapat kembali menjadi ruang publik yang aktif dan ramai dimanfaatkan masyarakat. Peningkatan fasilitas, terutama ketersediaan air dan listrik, dinilai dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk datang.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, RTH Selagalas diharapkan tidak hanya ramai pada hari Ahad, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan bersantai pada hari-hari lainnya.
RTH Selagalas merupakan salah satu ruang terbuka yang dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, berolahraga, maupun melakukan berbagai aktivitas di ruang publik. (pan)



