Praya (Suara NTB) – Satu posisi jabatan direksi di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (Perumdam Tiara) Lombok Tengah (Loteng) kini tengah lowong. Kekosongan itu karena tidak diperpanjangnya masa kerja Lalu Sukemi Adiantara sebagai Direktur Teknis Perumdam Tiara Loteng. Sementara Bambang Supratomo, S.IP., M.M., kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama bersama Lalu Muh. Lutfi, S.E., sebagai Direktur Umum dan Keuangan untuk lima tahun ke depan.
Lalu Sukemi sendiri sudah tiga periode menjabat di posisi direksi. Dan, sesuai aturan pejabat yang sudah tiga periode menjabat tidak diperkenankan untuk diangkat kembali. Adapun Bambang Supratomo serta Lalu Muh. Lufti baru menjabat satu periode.
Masa jabatan direksi Perumdam Tiara Loteng periode 2021-2026 berakhir pada 3 September 2026. Pemkab Loteng menugaskan kembali dua direksi di tempat yang sama. Sedangkan satu posisi direksi lainnya belum ada penunjukkan.
“Bupati Loteng atas pertimbangan tim, mengangkat kembali dua direksi yaitu Dirut dan Dirum. Sedangkan Direktur Operasi sudah tiga kali menjabat.
Sehingga tidak dapat diangkat kembali,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., kepada Suara NTB, Minggu (6/9).
Bupati Loteng juga sudah menunjuk Dirut sebagai pelaksana tugas sementara, agar pelaksanaan tugas-tugas bidang teknis bisa tetap berjalan. Pelaksana tugas itu sampai adanya pengangkatan direktur teknis yang baru.
Selama lima tahun terakhir, Perumdam Tiara Loteng sendiri menunjukkan kinerja yang positif dari beberapa indikator penilaian. Salah satu sesuai hasil audit kinerja yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Perumdam Tiara Loteng masuk kategori perusahaan yang sehat. Dengan nilai kinerja yang terus meningkat sejak tahun 2021. Dari 2,83 poin menjadi 3,03 poin pada 2025 tahun lalu.
Kantor Akuntan Publik (KAP) selama lima tahun berturut-turut juga memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Perumdam Tiara Loteng. “Dua indikator ini menjadi bagian penting dalam menilai tata kelola dan kesehatan perusahaan,” ungkap Sekretaris Perusahan Perumdam Tiara Loteng Lalu Huda, dalam keterangan, Minggu (6/9).
Dari aspek layanan, tingkat kepuasan pelanggam terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Perumdam Tiara Loteng juga positif. Dalam survei dua tahunan oleh LPM Universitas Mataram (Unram) pada 2022 serta Nusra Institute di tahun 2024 dan oleh Matrik Data pada 2026, hasilnya sama-sama memberikan predikat baik. Meski begitu, upaya pembenahan dan peningkatan kualitas layanan tetap dilakukan.
Tidak kalah penting, Perumdam Tiara Loteng sejak tiga tahun terakhir sudah mulai berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah. Dengan menyetorkan deviden sejak tahun 2022. Dengan total nilai deviden mencapai total sekitar Rp620 juta. Belum termasuk kontribusi fiskal berupa pembayaran pajak ke pemerintah pusat maupun daerah yang mencapai hingga Rp5,6 miliar.
“Ke depan, dengan raihan positif yang sudah dicapai tantangannya bukan sekadar mempertahankan capaian. Tapi bagaimana terus meningkatkan kinerja yang sudah meningkat tersebut,” ujarnya. (kir)



