Selong (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendorong pengembangan berbagai potensi kawasan pesisir sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus mengurangi kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.
Kepala Bidang Budi Daya Perikanan DKP Lombok Timur, Mastur mengatakan, kawasan pesisir Lotim memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, mulai dari budi daya perikanan hingga pariwisata berbasis mangrove. Mastur menjelaskan pengembangan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
“Salah satunya mangrove. Ini perlu kita perbanyak sebagai penyangga kawasan pesisir Kabupaten Lombok Timur,” kata Mastur, menjawab Suara NTB di kantornya pekan lalu,
Ia menegaskan, mangrove memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir dan menjadi bagian dari konsep ekonomi biru yang saat ini terus didorong di Indonesia. Karena itu, keberadaan kawasan mangrove perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain mangrove, Mastur menyebut sektor budi daya perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan di kawasan pesisir Lotim. Beberapa komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti lobster dan berbagai jenis ikan, dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
“Di daerah pesisir kita ada budi daya yang beratraksi dengan kajang atau KJA. Ada lobster dan ikan-ikan yang nilai ekonominya tinggi. Itu yang perlu kita kembangkan di daerah-daerah pesisir kita,” jelasnya.
Pengembangan ekonomi pesisir juga dapat dilakukan melalui sektor pariwisata, khususnya wisata mangrove. Mastur mencontohkan kawasan mangrove di wilayah Suryan, Pemongkong dan Jor yang dinilai memiliki potensi wisata cukup besar.
Di sisi lain, Mastur mengakui kondisi sejumlah kawasan mangrove di Lombok Timur masih memprihatinkan. Karena itu, pihaknya bersama pemerintah daerah dan organisasi nonpemerintah (NGO) berupaya melakukan peremajaan serta penanaman kembali mangrove.
Salah satu pihak yang turut membantu program tersebut adalah YPL. DKP Lombok Timur berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mempercepat pemulihan kawasan mangrove yang mengalami kerusakan.
Mastur mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti luasan keseluruhan kawasan mangrove di Lombok Timur karena masih perlu dilakukan pendataan lebih lanjut. Namun, ia menilai potensi mangrove di Lotim cukup luas dan membutuhkan perhatian serius.
Ia menambahkan, pelestarian mangrove tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, sangat diperlukan agar keberadaan ekosistem pesisir tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
DKP Lombok Timur, kata dia, akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan pesisir, termasuk melalui kegiatan penanaman mangrove. (rus)



