BerandaNTBLOMBOK TIMURLotim Siap Penuhi Target Benih Bawang Putih Nasional

Lotim Siap Penuhi Target Benih Bawang Putih Nasional

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dipercaya menjadi salah satu daerah penyangga benih bawang putih nasional. Daerah ini bersama Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai penjaga benih nasional khusus komoditas bawang putih.

Khusus Lotim, ditarget bisa sediakan 1.250 ton dan diyakinkan bisa terwujud.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi kepada Suara NTB, Jumat (4/9) lalu menjelaskan, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari potensi wilayah Sembalun yang dinilai sangat cocok untuk menghasilkan benih bawang putih berkualitas.


Diketahui, pemerintah pusat saat ini menargetkan pengembangan bawang putih hingga mencapai 120.000 hektare secara nasional sebagai bagian dari upaya menuju swasembada dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Kalau kita berbicara kebutuhan benih satu ton per hektare, maka untuk 120.000 hektare dibutuhkan sekitar 120.000 ton benih,” jelas Mamik Kas, sapaan akrab Kadis Pertanian Lotim ini.


Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menargetkan penanaman bawang putih seluas 5.000 hektare pada 2026 yang tersebar di 17 provinsi. Lombok Timur mendapat tugas menyiapkan benih sebanyak 1.250 ton untuk mendukung program tersebut.


Kebutuhan benih untuk wilayah Lombok Timur akan diprioritaskan terlebih dahulu. Setelah kebutuhan daerah terpenuhi, kelebihan produksi benih akan dikirim ke daerah lain untuk mencukupi kebutuhan penanaman di 17 provinsi.
“Benih yang diminta sebanyak 1.250 ton. Nanti kita kurangi dengan kebutuhan kita untuk sekitar 380 hektare. Sisanya akan dibawa keluar untuk mencukupi penanaman 5.000 hektare di 17 provinsi,” katanya.


Kadis Pertanian Lotim mengaku optimistis target tersebut dapat dipenuhi. Terlebih, saat ini Lombok Timur tengah melakukan panen bawang putih dari lahan sekitar 447 hektare.


Dengan asumsi produktivitas rata-rata empat ton per hektare, dari luasan tersebut diperkirakan dapat diperoleh sekitar 1.800 ton produksi. Sebagian hasil panen tersebut dapat disiapkan sebagai benih setelah melalui proses sortasi, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.


“Kalau kita prediksi tidak usah muluk-muluk, empat ton per hektare dari 447 hektare, kita sudah punya sekitar 1.788 ton. Jadi kita bisa melebihi kebutuhan benih tersebut,” ujarnya.


Untuk varietas, bawang putih yang dikembangkan di Lombok Timur antara lain Sangga Sembalun dan Lumbu Putih. Kedua varietas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan bawang putih di kawasan Sembalun dan daerah penyangga lainnya.


Selain potensi produksi, harga bawang putih di tingkat petani saat ini juga dinilai cukup menjanjikan. Fathul menyebut harga pembelian pemerintah untuk bawang putih dalam kondisi basah mencapai sekitar Rp12.000 per kilogram.


Harga tersebut dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan kondisi sebelumnya ketika harga bawang putih hanya berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram.


“Sekarang pembelian pemerintah cukup tinggi. Untuk kondisi basah saja sekitar Rp12.000 per kilogram. Ini sangat menjanjikan bagi petani kita,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan gudang penyimpanan bawang putih di Lombok Timur diharapkan mampu memperkuat tata kelola produksi sekaligus menjaga ketersediaan benih.


Fathul optimistis, dengan dukungan pemerintah, ketersediaan lahan, teknologi, gudang penyimpanan, serta kepastian pasar, target pengembangan bawang putih nasional dapat dicapai. “Kalau pemerintah berkeinginan, insyaAllah pasti bisa,” demikian. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO