Mataram (Suara NTB) – SMA Negeri 3 Mataram (Smanti) dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan (PPL) oleh seorang mahasiswa Universitas Würzburg, Jerman, bernama Julius-Maximilians. Program pengenalan lapangan akan dijalan selama empat bulan di sekolah tersebut.
Selama di SMAN 3 Mataram, Max akan mengajar sejumlah mata pelajaran sekaligus mempelajari sistem pendidikan dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Selain mengajar Bahasa Jerman di SMAN 3 Mataram, Max juga akan membantu pembelajaran matematika, bahasa Inggris, olahraga hingga ekonomi.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum sebelumnya bercerita, mahasiswa asal Jerman tersebut telah mencoba mencari sekolah yang akan menjadi lokasi PPL. Melalui laman internet, ia tidak sengaja menemukan profil SMAN 3 Mataram. Setelah menggali lebih jauh, ia memutuskan mendatangi sekolah dan memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Universitas Würzburg, Jerman.
Ketertarikan Max bukan tanpa alasan. SMAN 3 Mataram diketahui merupakan sekolah yang dikenal dengan program Bahasa Jerman. SMAN 3 Mataram bahkan telah menjalin kerja sama dengan Goethe Institut selama 16 Tahun.
Sebagai bentuk apresiasinya, Yuspita kemudian melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB.
Kunjungan tersebut dalam rangka memperkenalkan sekaligus menyampaikan informasi terkait Julius Maximilian, mahasiswa Universitas Würzburg, Jerman, yang saat ini sedang melaksanakan Program Pengenalan Lapangan (PPL) di SMAN 3 Mataram.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan hubungan kerja sama pendidikan internasional antara SMAN 3 Mataram dan mitra pendidikan dari Jerman,” pungkas Yuspita. (sib/*)



