BerandaNTBSUMBAWA BARATUbah Pola Pembinaan Remaja Lewat PASAMARAS

Ubah Pola Pembinaan Remaja Lewat PASAMARAS

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB),menyiapkan pola baru dalam menjaga dan membina remaja. Pembinaan tidak lagi semata mengandalkan penertiban saat terjadi pelanggaran, melainkan mendorong pendekatan preventif melalui program PASAMARAS (Praja Bersama Remaja dan Anak Sekolah).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP KSB, H. Wahidin, mengatakan PASAMARAS digagas untuk mengubah pola pendekatan Satpol PP terhadap pelajar. Remaja tidak lagi ditempatkan hanya sebagai objek penertiban, tetapi dilibatkan sebagai mitra dalam menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman serta tertib.

“Jangan sampai Satpol PP hanya hadir ketika sudah terjadi pelanggaran. Kita ingin hadir lebih awal, mendengar, berdialog, mendampingi, sekaligus mencegah,” kata Wahidin, Selasa (8/9).

Menurut dia, pendekatan tersebut penting karena persoalan yang melibatkan remaja tidak cukup diselesaikan melalui tindakan penertiban. Pembinaan harus dilakukan dengan membangun kesadaran dan karakter pelajar sejak dini.

Dari program ini, pihaknya akan membangun ruang kolaborasi bersama sekolah, keluarga, masyarakat, dan para pelajar. Salah satu pendekatannya dilakukan melalui Kanti PASAMARAS, yang memberikan ruang kepada pelajar untuk menjadi sahabat, teladan, sekaligus edukator bagi teman sebaya.

Wahidin menegaskan, keterlibatan pelajar diharapkan dapat membuat upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban lebih efektif. Sebab, pesan-pesan pembinaan yang disampaikan oleh teman sebaya dinilai dapat lebih mudah diterima oleh remaja.

“Ini bukan sekadar program, tetapi perubahan cara pandang. Dari reaktif menjadi preventif, dari penertiban menjadi pencegahan, dan dari siswa sebagai objek menjadi pelajar sebagai mitra,” cetusnya.

Ia menambahkan, PASAMARAS juga mendorong perubahan pola kerja Satpol PP dari yang sebelumnya cenderung bekerja sendiri menjadi kolaboratif. Sekolah didorong menjadi ruang yang aman, keluarga dilibatkan dalam pembinaan, sedangkan masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

“Menjaga generasi muda bukan hanya soal memberi aturan atau menegur. Yang lebih penting adalah mengajak dan membentuk karakter,”  sambung mantan Camat Sekongkang ini.

Melalui program tersebut, Satpol PP KSB ingin memastikan upaya menjaga ketenteraman tidak berhenti pada penindakan. Remaja diharapkan tumbuh menjadi bagian dari solusi sekaligus ikut menjaga lingkungan pergaulannya.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO