BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Tegaskan Jalan Belum Diaspal Wajib Dibangun

Bupati Lotim Tegaskan Jalan Belum Diaspal Wajib Dibangun

BUPATI Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin menegaskan seluruh jalan di wilayah Lombok Timur yang hingga kini belum diaspal wajib dibangun. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan masyarakat.


Haerul mengakui pembangunan jalan tersebut membutuhkan anggaran besar. Bahkan, terdapat sekitar Rp250 miliar yang disebut sebagai utang. Namun, ia menilai pembiayaan pembangunan jalan merupakan risiko yang harus diambil pemerintah demi kepentingan masyarakat.


“Jalan yang belum diaspal wajib saya aspalkan. Rp250 miliar memang utang. Tapi utang yang berisiko bagi pegawai dan masyarakat,” tegas Haerul.
Ia menjelaskan, tahun 2027 mendatang akan kembali disiapkan Rp200 miliar untuk bangun jalan. Pada tahun 2026 ini, ada Silpa puluhan miliar jga diperuntukkan untuk bangun jakan.


“Kenapa jalan dibangun? Karena fondasi pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat,” katanya.


Haerul menggambarkan bagaimana buruknya infrastruktur jalan dapat memperlambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi. Ia mencontohkan kondisi sebuah wilayah di Peru yang jarak dari kota menuju kecamatan sekitar 150 kilometer harus ditempuh hingga empat hari akibat kondisi jalan yang buruk.


Menurutnya, kondisi berbeda bisa terjadi ketika infrastruktur jalan dibangun dengan baik. Ia mencontohkan akses dari Batu Nampar menuju Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang kini dapat ditempuh sekitar empat jam untuk jarak kurang lebih 150 kilometer.


Menurut H. Iron, sapaan Bupati Lotim, jalan yang buruk pada akhirnya dapat memperparah kondisi kemiskinan. Masyarakat membutuhkan waktu berhari-hari untuk membawa hasil produksi sehingga biaya dan waktu distribusi menjadi lebih besar.


“Akibat jalan yang buruk masyarakat miskin. Orang mau bawa hasil produksi berhari-hari. Tapi kalau bisa lebih cepat, kalau jalan sudah bagus, pertumbuhan ekonomi pasti bagus,” jelasnya.


Namun, H. Iron menekankan pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi bagian dari pembangunan Lombok Timur. “Tidak cukup dengan jalan, tapi bangun juga masyarakat,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Haerul juga mengingatkan bahwa pembangunan Lombok Timur tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan masyarakat.
Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan pemerintah daerah.


“Tidak mungkin Bupati berhasil membangun kalau tidak ada partisipasi masyarakat. Tidak ada gunanya Bupati. Keberhasilan Lotim adalah keberhasilan semua,” katanya.


Ia bahkan menyebut tidak tepat jika seluruh keberhasilan pembangunan hanya diklaim sebagai keberhasilan seorang bupati.


Bupati Iron juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan misi pembangunan Lombok Timur yang smart. Meski demikian, ia menyadari target tersebut tidak mungkin dicapai secara sempurna hingga 100 persen.


Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah angka kemiskinan. Dengan kondisi kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 13 persen, pemerintah berharap angka tersebut dapat terus ditekan.


“Wujudkan misi SMART. Tidak mungkin 100 persen. 13 persen kemiskinan saat ini diharapkan bisa berkurang,” ujarnya.


Haerul berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kondisi daerah agar tetap aman dan harmonis.


Ia ingin Lombok Timur tidak hanya tumbuh dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menjadi daerah yang nyaman bagi masyarakat. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO