BerandaNTBSUMBAWA BARATPengusaha Hotel dan Restoran Kekurangan Karyawan

Pengusaha Hotel dan Restoran Kekurangan Karyawan

Taliwang (Suara NTB) – Kebutuhan tenaga kerja di sektor hospitality di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menunjukkan tren meningkat. Sejumlah pengusaha hotel dan restoran bahkan telah meminta pemerintah daerah memperbanyak pelatihan untuk mencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri.

Permintaan itu disampaikan langsung para pelaku usaha kepada Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, saat bertemu dengan sejumlah pengusaha hotel dan restoran.”Saya ketemu mereka (pengusaha hotel dan restoran,red) baru-baru ini dan mereka meminta supaya kita memperbanyak mencetak tenaga hospitality. Karena mereka butuh banyak,” ungkap Bupati Amar, Kamis (10/9). Menurut Bupati, meningkatnya kebutuhan tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi peluang yang justru diisi tenaga kerja dari luar daerah. Pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan masyarakat KSB,agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.

Karena itu, Pemda KSB akan memperbanyak kegiatan pelatihan hospitality. Pelatihan kata Bupati, akan diarahkan tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi memastikan kompetensi peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan hotel, restoran dan sektor jasa layanan lainnya. “Dan pengusaha-pengusaha itu siap menyerap hasil pelatihan kita,” tukas Bupati. Pelatihan mencetak tenaga hospitality itu semakin masif, Bupati mengatakan, percepatan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi salah satu langkah penting untuk dilaksanakan. BLK nantinya diharapkan menjadi tempat mencetak tenaga kerja terampil yang lebih terarah berdasarkan kebutuhan pasar.

“BLK kita pacu pembangunannya. Dan mudah-mudahan di bulan November nanti sudah kita bisa gunakan untuk melaksanakan berbagai pelatihan terutama mencetak tenaga hospitality,” tegasnya.

Pemda KSB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kata dia,tetap menjalankan sejumlah program pelatihan. Beberapa kegiatan pelatihan bahkan saat ini tengah berjalan. Ia menilai langkah tersebut penting agar penyiapan tenaga kerja tidak menunggu seluruh fasilitas pelatihan selesai. Kebutuhan industri yang sudah muncul harus segera dijawab dengan program yang dapat berjalan saat ini.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan tenaga hospitality dinilai menjadi peluang besar bagi masyarakat KSB, khususnya generasi muda untuk masuk ke sektor jasa yang membutuhkan keterampilan dan standar pelayanan tertentu.

Pemda KSB pun mendorong agar kebutuhan tenaga kerja tersebut, sebisa mungkin dipenuhi masyarakat lokal. Artinya, perkembangan sektor usaha di KSB tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka ruang kerja yang lebih besar bagi.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO