Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah melantik dan mengambil sumpah 19 pejabat manajerial lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (9/9). Tiga orang pejabat mendapat amanah baru sebagai camat dan diminta mengawal sejumlah program strategis pemerintah di wilayah masing-masing.
Pelantikan berlangsung di Lantai III Gedung Sekretariat Daerah Graha Praja KTC. Tiga camat yang dilantik yakni, Nurdin sebagai Camat Taliwang, Zainul Baqri sebagai Camat Brang Ene dan Heru Sudriansyah sebagai Camat Maluk.
Dalam arahannya, Bupati Amar menegaskan bahwa pergeseran dan penempatan pejabat bukan sekadar rotasi jabatan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program-program strategis daerah. “Harapan saya para pejabat yang dilantik hari ini segera bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” harap Bupati.
Khusus kepada tiga camat yang baru dilantik, Bupati Amar memberikan penekanan agar mampu menjadi penggerak program pemerintah di tingkat kecamatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan yang baru saja diluncurkan. “Kita baru saja meluncurkan program STBM Berkelanjutan. Harapan saya para camat yang dilantik hari ini (kemarin,red) mengawal program itu di wilayahnya masing-masing,” tandasnya.
Selain STBM, para camat juga diminta memberi perhatian serius terhadap persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Penerapan sistem pemilihan secara digital atau e-voting dinilai membutuhkan pengawalan lebih intensif di tingkat wilayah.
Menurut Bupati, tugas camat tidak hanya menjaga kondusivitas masyarakat selama tahapan Pilkades, tetapi juga memastikan sosialisasi mengenai teknis Pilkades digital berjalan hingga ke masyarakat. “Camat harus turun tangan juga kawal kegiatan sosialisasi Pilkades digital ini di wilayahnya,” instruksinya.
Bupati juga mengingatkan kepada seluruh pejabat yang dilantik,agar menjaga integritas dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta pelaksanaan APBD pada masing-masing perangkat daerah dioptimalkan terutama belanja non modal, sehingga penyerapan anggaran tidak menumpuk di penghujung tahun.
Bupati menegaskan, kinerja pemerintahan tidak dapat dibangun secara individual. Oleh sebab itu, ia meminta para pejabat memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh jajaran,agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif. “Keberhasilan seorang pejabat bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja sama tim,” imbuhnya.(bug)



