Selong (Suara NTB) -Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan pembangunan Masjid Agung Al Mujahidin Selong tidak akan sepenuhnya dibebankan kepada anggaran pemerintah daerah. Pemkab Lotim akan menyiapkan mekanisme berbagi atau sharing anggaran dengan melibatkan para dermawan dan masyarakat jemaah masjid.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kalijaga Timur beberapa waktu lalu. Bupati mengatakan, sejumlah pihak telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pendanaan pembangunan masjid. Bahkan, terdapat seorang donatur yang siap menyumbangkan dana hingga Rp5 miliar.
“Tidak kita tanggung semua. Ada beberapa orang yang mau menyumbang. Ada satu orang yang siap menyumbang Rp5 miliar,” ujar Haerul Warisin.
Menurutnya, pembangunan Masjid Agung Al Mujahidin Selong direncanakan membutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah akan menyusun mekanisme pembiayaan bersama antara Pemda, para dermawan, dan masyarakat.
Haerul mencontohkan, apabila Pemkab Lotim mengalokasikan sekitar Rp30 miliar, maka kebutuhan anggaran lainnya dapat dihimpun melalui partisipasi masyarakat. Ia bahkan membuka peluang keterlibatan para guru dan kelompok masyarakat lainnya melalui sumbangan sukarela dengan nominal kecil.
“Misalnya Rp30 miliar dari Pemda. Guru bisa diajak bersedekah Rp5 ribu saja. Kalau dikalikan sekian puluh ribu guru, setiap gajian menyumbang Rp5 ribu, insyaallah akan selesai,” tuturnya.
Selain sumbangan dalam jumlah kecil, pemerintah juga optimistis kontribusi dari masyarakat dan para dermawan dapat terkumpul secara bertahap. Bupati menyebut telah ada calon donatur yang bersedia memberikan bantuan sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Pemkab Lotim selanjutnya akan menyiapkan mekanisme penghimpunan dan penggunaan dana agar pembangunan masjid dapat dilakukan secara terukur dengan melibatkan berbagai pihak. Rencana tersebut diharapkan menjadi bentuk gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Masjid Agung Al Mujahidin Selong.
Rencana pembangunan kembali Masjid Al Mujahidin Selong ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai dari Perubahan APBD 2026 hingga 2028. Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, saat membacakan penyampaian Bupati Lombok Timur terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Perubahan 2026, Rabu (9/9/2026).
Dalam penyampaiannya, rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong diarahkan untuk meningkatkan fungsi sekaligus estetika masjid sebagai masjid berskala kabupaten. Rehabilitasi juga mencakup kelengkapan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan masyarakat Lotim secara lebih optimal.
Pemkab Lotim berharap keberadaan masjid nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan umat.
Dengan konsep tersebut, penataan kawasan Masjid Agung Al-Mujahidin diharapkan mampu menciptakan lingkungan masjid yang lebih representatif, tertata, dan memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pelaksanaan dan penganggaran sub kegiatan tahun jamak tersebut akan dilakukan selama tiga tahun, yakni dimulai pada Perubahan APBD 2026 dan berlanjut hingga 2028. Total pagu anggaran yang disiapkan untuk keseluruhan program mencapai Rp50 miliar.
Sementara itu, distribusi anggaran untuk masing-masing tahun akan dituangkan secara lebih rinci dalam dokumen APBD sesuai tahapan penganggaran.Pemkab Lombok Timur menyatakan skema penganggaran tahun jamak tersebut telah mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah setiap tahunnya hingga 2028. Selain itu, pelaksanaannya akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dengan konsep penataan kawasan secara terpadu ini diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi keagamaan, tetapi juga menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu ruang publik yang dapat menunjang aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Lotim. (rus)



