BerandaNTBLOMBOK TIMURPemkab Lotim Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Marbot Masjid

Pemkab Lotim Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Marbot Masjid

Selong (Suara NTB) – Keberadaan marbot masjid mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim). Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya jumlah masjid di Lotim yang mencapai ribuan unit tersebar di 254 desa dan kelurahan di 21 kecamatan se-Kabupaten Lotim.

Dengan jumlah tersebut, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menyebut masyarakat Lombok Timur sebagai masyarakat yang religius. Aspek religiusitas itu juga menjadi salah satu fokus Pemkab Lotim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syamsul Falah, Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kamis (10/9), Bupati mengingatkan pentingnya memperhatikan orang-orang yang selama ini berperan dalam menghidupkan masjid. “Keberadaan marbot sangat penting,” ujar Bupati dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, marbot berperan mulai dari menjaga kebersihan dan merawat masjid hingga mengingatkan masyarakat mengenai waktu salat. Perhatian terhadap marbot, lanjutnya, juga menjadi bagian dari kepedulian pemerintah daerah mengingat pekerjaan tersebut tidak memiliki jaminan pensiun sebagaimana sejumlah jenis pekerjaan lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Tak kurang dari 4.000 marbot bersama guru ngaji telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan perlindungan tersebut, para marbot maupun keluarganya diharapkan dapat memperoleh manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan apabila menghadapi risiko yang telah ditanggung dalam program tersebut.

Bupati Lotim Apresiasi Antuasisme Masyarakat

Selain menyoroti peran marbot, Bupati Haerul Warisin juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Bagik Nyaka dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, semangat masyarakat dalam mempertahankan berbagai tradisi yang menyertai peringatan Maulid merupakan sesuatu yang patut dijaga. Tradisi tersebut tidak hanya terlihat dari penyajian makanan dalam dulang, tetapi juga berbagai bentuk kreativitas masyarakat.

Di Bagik Nyaka, misalnya, masyarakat tidak hanya menyajikan makanan yang disusun tinggi dalam dulang. Setiap rumah tangga juga menghadirkan bunga artifisial hasil kreasi masing-masing.

Menariknya, bunga-bunga tersebut umumnya dibuat dengan memanfaatkan bahan bekas seperti kantong plastik atau styrofoam pembungkus buah. Kreativitas tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kembali barang yang berpotensi menjadi sampah.

Bupati menilai tradisi dan kreativitas masyarakat tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Tradisi seperti ini harus dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat,” demikian apresiasi Bupati. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO