Giri Menang (Suara NTB) – Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS perpesan pada pemimpin pemerintahan Lombok Barat (Lobar), baik eksekutif maupun legislatif untuk melayani dan memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari akses jalan, pendidikan dan kesehatan dan lainnya. Sebab hakikat pemimpin sebagai pelayan harus memenuhi semua kebutuhan dasar masyarakat.
Pesan itu disampaikan UAS dalam ceramah yang bertajuk Tabligh Akbar “Muhasabah Akbar untuk Lombok Barat lebih Berkah” di Alun-alun Giri Menang Park pada Sabtu (12/9/2026). Kehadiran penceramah kondang itu menjadi magnet. Ribuan janaah pun membanjiri lapangan Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, tidak saja berasal dari Lobar tetapi dari berbagai daerah di Pulau Lombok.
Kegiatan tersebut dihadiri Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha ditemani sang suami H. Utman Rifqi. Hadir pula para tuan guru, Ketua DPRD Lalu Ivan Indaryadi, para anggota, Forkopimda, pengusaha Haji Farid Amir, para kepala OPD, serta pihak terkait lainnya.
Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha diwawancarai usai kegiatan itu menyampaikan syukurnya atas terselenggaranya Tabligh Akbar ini.
Melalui kegiatan ini ia mengajak semua bangkit, keluar dari permasalahan. Ia berharap agar permasalahan itu tidak terulang di Lobar. Pihaknya pun terus melakukan perbaikan-perbaikan di internal maupun eksternal.
“Sebagai pimpinan daerah, indikator kebersihan kami sudah disampaikan oleh UAS juga, anak-anak kita bisa sekolah, masyarakat miskin kita bisa dilayani kesehatannya dengan gratis. Jalan-jalan baik (bagus) tidak ada yang jatuh apalagi kecelakaan. Mudah-mudahan itu semua bisa tercapai,” kata Umi Nurul Adha sapaan karib Wabup Lobar ini.
Untuk mewujudkan semua Indikator itu, Wabup sangat berharap doa dari masyarakat dan dukungan segenap Kepala OPD. Apa yang disampaikan UAS menjadi pengingat dan muhasabah bersama, baik bagi jajaran pemerintahan, tidak saja Pemkab tetapi juga legislatif.
Menurutnya pesan UAS itu sangat menukik bagi pemerintahan Lobar. Ia pun mengajak Eksekutif dan Legislatif untuk bersama-sama menjadikan bahan introspeksi diri untuk memberikan yang terbaik untuk Lobar.
“Tidak boleh hanya dimulut dan dikata-kata saja, saya berharap bisa terealisasi dan melalui acara ini komitmen kita yang sangat penting,” harapnya.
Ia juga berharap semua kepala OPD memberamainya untuk mewujudkan segala harapan masyarakat Lobar kedepan. Sementara itu dalam ceramahnya, UAS menyampaikan lima hal yang perlu dilaksanakan Pemerintahan Lobar. “Lima hak rakyat yang mesti dipenuhi,” kata UAS.
Disebutkan lima hak rakyat itu, pertama akses jalan bagus. Sehingga ketika warga keluar rumah, berkegiatan tidak terganggu karena jalan yang dilalui bagus.
Kedua, warga mau sekolah biayanya murah. Syukur-syukur kata dia digratiskan. Ketiga, lanjut UAS, warga disiapkan lapangan kerja sehingga setelah sekolah atau tamat sekolah bisa bekerja. Pemerintah harus membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. UAS juga mengatakan, investor yang datang berinvestasi di daerah berikan peluang kerja 60 persen bagi warga setempat.
Selanjutnya, pesan UAS berpesan keempat warga yang sakit kalau berobat ke rumah sakit syukur-syukur gratis. “Kalau dak bisa (gratis) yang murah, jangan sampai masuk rumah sakit begitu dokter kasih tahu biayanya Rp300 juta, pasien jadi berat dan susah,” katanya menyampaikan dengan kocak.
Kelima, kalau warga beribadah tempatnya nyaman dan petugasnya bagus, karena rumah ibadah diperhatikan oleh negara atau pemerintah. Kelima pesan ini, kata UAS, tidak melihat latar belakang suku, agama, dan ras.
UAS juga menyampaikan peran dan andil besar para ulama melalui caranya masing-masing. Ada yang tidak berteriak melalui mikrofon, tidak tampil cermah di tabligh akbar dan semacamnya, tetapi mereka menangis di tengah malam berdoa untuk keselamatan negeri ini.
“Merekalah yang membuat negeri ini masih aman,” ujar UAS. (her)



