BerandaNTBLOMBOK UTARAHadiri Khutbatul 'Arsy di Ponpes Al Azkia, UAS Tegaskan Peran Strategis Pondok...

Hadiri Khutbatul ‘Arsy di Ponpes Al Azkia, UAS Tegaskan Peran Strategis Pondok Tangkal Dampak Negatif

Tanjung (Suara NTB) – Ribuan warga Lombok Utara dari berbagai kecamatan antusias menghadiri Khutbatul ‘Arsy, Prof. Dr. Abdul Somad, LC, MA., D.E.S.A., Ph D., Minggu (13/9/2026) petang. Kendati agenda kehadiran ulama yang biasa disapa UAS itu mundur dua jam dari jadwal yang direncanakan, tetapi masyarakat yang hadir tetap menunggu ulama kondang asal Sumatera Utara tersebut.

Kehadiran UAS di Lombok Utara adalah yang kedua kali, khususnya di Pondok Pesantren Al Azkia, usai kehadirannya pada tahun 2024. Pondok yang berusia dua tahun sejak dibentuk ini, didirikan oleh Ust. Dr. H. M. Zaki Abdillah, LC., MA., sekaligus mantan Ketua OIAA ( Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar, Kairo).

Rombongan UAS tiba di pondok pukul 17.54 Wita, dengan mendapat pengawalan aparat Polda NTB, serta jajaran Polres Lombok Utara. Setiba di Pondok, UAS langsung menaiki panggung yang telah disiapkan.

Dalam tausiahnya, UAS menekankan pentingnya amal jariyah dari pahala yang mengalir melalui anak yang Sholeh dan Sholehah. Ia mengibaratkan, hak milik seseorang di dunia bisa berganti kepemilikan. Tetapi, hak milik yang abadi yang hanya dimiliki satu orang hanyalah amal jariyah.

“Ibu punya cincin, punya gelang, punya rantai, punya anting, gelang kaki, gigi emas. Semuanya akan diambil oleh ahli waris. Anak Ibu tidak terlalu ganas, tapi menantu,” kata UAS dengan nada gurau khasnya.

“Tanah ini tidak akan mungkin diperebutkan, kenapa? Karena tanah ini adalah tanah pondok pesantren. Jadi masjid, musala, tempat ibadah, asrama, kelas, dan dapur, inilah tanah yang akan mengalir pahalanya sampai hari kiamat,” sambungnya.

Ia mengingatkan, sepeninggal manusia, bekal terbaik hanyalah amal jariyah. Apapun latar belakang dan status sosial seorang manusia, entah Ustaz, habib, kiai, profesor, doktor, tapi jika membantu membangun Pondok pesantren, atau fasilitas ibadah lainnya dengan niat lillahita’ala dan menghadiahkan pahalanya untuk almarhumah kedua orang tua, maka pahalanya mengalir sampai hari kiamat.

UAS juga menegaskan, peran strategis Pondok Pesantren dalam menjaga masa depan anak di tengah maraknya perkembangan media sosial saat ini. Ia bahkan membandingkan dengan dirinya yang seorang Penceramah sekaligus pendiri Pondok. Secara pribadi, UAS mengaku tidak mampu mengajar anaknya dengan baik sehingga ia pun menitipkan anaknya pada Pondok Pesantren.

“Tidak ada yang bisa menjaga anak kita dari semua perkara yang merusak, termasuk saya sendiri, gak sanggup. Maka untuk menyelamatkan anak saya, saya menyerahkan anak saya ke Pondok Pesantren,” tegasnya.

Oleh karenanya, UAS mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk tidak ragu menyekolahkan anak-anaknya di Pondok Pesantren. Ia mendoakan, dengan bersekolah di Pondok Pesantren Al Azkia, akan lahir Santri yang kelak menjadi Ustaz, penceramah seperti dirinya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO