BerandaHEADLINEDugaan Keracunan Siswa, Ketua Satgas MBG NTB Ingatkan Masyarakat Tidak Percaya Hoaks

Dugaan Keracunan Siswa, Ketua Satgas MBG NTB Ingatkan Masyarakat Tidak Percaya Hoaks


Mataram (Suara NTB) – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB Dr. H. Fathul Gani mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan isu maupun berita yang tidak bertanggung jawab terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Hal itu disampaikan menyusul beredarnya video yang diklaim memperlihatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Tengah (Loteng) dibakar massa setelah terjadi dugaan kasus keracunan siswa usai mengonsumsi MBG. Fathul Gani menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.


Asisten I Setda NTB tersebut mengimbau seluruh pihak untuk tidak membuat maupun menyebarluaskan informasi yang belum terbukti kebenarannya, terlebih di tengah situasi yang membutuhkan ketenangan dan kondusivitas di masyarakat.


“Dalam situasi saat ini mari kita sama-sama jaga kondusivitas di tengah masyarakat kita,” ujar Fathul Gani kepada Suara NTB, Minggu (13/9).


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi massa yang terlihat dalam video tersebut bukan terjadi di Lombok Tengah. Video itu disebut merupakan rekaman aksi demonstrasi di PT Timah, Bangka Belitung beberapa waktu lalu.


Menurutnya, kesamaan warna bangunan diduga menjadi salah satu alasan video tersebut kemudian dikaitkan dengan SPPG di Lombok Tengah dan disebarkan dengan narasi yang tidak sesuai fakta.


Fathul Gani kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Ia meminta masyarakat memastikan kebenaran sebuah informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan.


“Jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh suasana. Mari bersama-sama menjaga ketenangan dan kondusivitas masyarakat,” tegas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja NTB ini.


Sebelumnya, pada Jumat (11/9) lalu, sebanyak 352 siswa di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut berasal dari lima sekolah yang mendapat layanan MBG dari SPPG Gunung Kedul Desa Mekar Bersatu milik Yayasan Budi Sain Mangkling, Kecamatan Batukliang.


Sampel sisa makanan serta muntahan dari siswa saat ini sudah diamankan Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng untuk keperluan pemeriksaan di laboratorium.
Banyaknya siswa yang terdampak membuat penanganan awal dilakukan di empat puskesmas. Masing-masing Puskesmas Pringgarata sebanyak 140 siswa, Puskesmas Bagu 17 siswa, Puskesmas Aik Darek 124 siswa serta Puskesmas Mantang sebanyak 67 siswa. Rata-rata gejala yang dialami siswa berupa pusing, mual-mual, muntah, mulas, lemas, sesak, dan diare. (ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO