Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat (Disarpus Lobar) berencana menggelar Festival Literasi pada Oktober 2026 mendatang. Festival literasi pertama kali diadakan di Lobar ini mengundang Kepala Perpustakan Nasional (Perpusnas) dan penjabat nasional lainnya.
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan peresmian Gedung Pelayanan Perpustakaan yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Kepala Dinas Arpusda Lobar, H. Lalu Winengan secara khusus berkunjung ke Perpusnas di Jakarta untuk mengundang Kepala Perpusnas RI dan jajaran.
Dalam kunjungannya ke Perpusnas RI, Senin (13/9/2026), Kepala Arpusda Lobar didampingi Pustakawan Ahli Muda Imam Firmansyah, SE. Mereka diterima Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr. Drs. Joko Santoso, M.Hum., didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Edi Wiyono di kantornya Senin (13/9/2026).
Kepala Disarpus Lobar, H. Lalu Winengan menyampaikan kepada Sestama terkait tujuan kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan jajaran Perpusnas. “Selain itu kami sampaikan soal rencana peresmian gedung pelayanan perpustakaan yang dibangun tahun 2025 dari bantuan DAK Perpusnas,” kata Winengan.
Winengan juga menyampaikan kepada Sestama soal rencana Festival Literasi daerah yang diadakan pada Oktober mendatang. “Rencananya peresmian itu bulan Oktober sekitar tanggal 29. Dan kami berencana sekaligus menggelar Festival Literasi daerah,” ujarnya.
Kegiatan itu juga bertepatan sehari setelah peringatan sumpah pemuda. Pihaknya berharap agar Kepala Perpusnas hadir pada kegiatan tersebut. Rencananya pada tanggal 28 Oktober itu, lanjut dia, ada kegiatan Kongres Internasional Bahasa Sasak dengan mengundang Wapres dan tamu-tamu dari luar negeri.
Jika Wapres hadir pada kongres itu, pihaknya pun berharap sekaligus Wapres bisa juga menghadiri festival literasi tersebut.
Sementara itu, Sestama pun menyambut baik rencana peresmian gedung pelayanan perpustakan tersebut. Meskipun, kata dia, tanpa peresmian ini Gedung itu bisa dimanfaatkan masyarakat. Seperti anjurannya dalam surat-surat sebelumnya ke Dinas Arpusada, segera mengaktifkan gedung itu untuk pelayanan, sehingga gedung yang dibangun betul-betul bermanfaat.
Lebih lanjut dikatakan soal rencana peresmian tanggal 29 Oktober, masih terbuka peluang Kepala Perpusnas bisa hadir dalam kegiatan tersebut, karena terintegrasi dengan festival literasi. Pihaknya berharap festival literasi ini menjadi satu muara dari berbagai macam kegiatan di daerah, terutama kegiatan yang bisa didukung oleh Perpusnas melalui DAK nonfisik. (her)



