Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan lima program perubahan tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Rabu (16/9/2026). Program ini sendiri merupakan hasil inovasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PN) tingkat Il.
Kelima program perubahan tersebut meliputi SINTESA-KLU dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), AKSI BUMDes Lombok Utara dari Dinas Pengendalian Penduduk, KB, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), GILI TRAMENA BERSERI dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), program MELBAO dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta program SIAP UMKM KLU dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag).
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., di sela-sela peluncuran program, memberi apresiasi kepada para peserta PKN Il yang telah menggagas inovasi melalui program perubahan tersebut. Inovasi tersebut idealnya dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.
“Atas nama pemerintah daerah kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menghasilkan inovasi ini,” kata Kus.
Wabup menekankan, peluncuran merupakan langkah awal agar inovasi yang telah dirancang dapat terus diimplementasikan, dikembangkan, dan memberikan dampak nyata bagi daerah. la menilai berbagai inovasi yang lahir dari peserta PKN menunjukkan bahwa Lombok Utara secara perlahan terus mengalami perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih inovatif dan adaptif.
Wabup mengingatkan, pembangunan daerah dihadapkan pada berbagai tantangan. Lombok Utara dibekali potensi sumber daya alam dan manusia yang luar biasa. Oleh karenanya, potensi tersebut seyogyanya dikelola optimal untuk mendukung kemajuan daerah dan kemajuan masyarakatnya.
Ia menegaskan, kolaborasi dan integrasi data antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting untuk segera diupayakan. Mengingat, data daerah saat ini masih tersebar di tiap-tiap OPD, ini perlu disatukan ke dalam sistem yang terintegrasi.
“Ke depan kita ingin data dari seluruh OPD dapat terintegrasi. Kalau memungkinkan, kita satukan dalam satu data. Ini menjadi salah satu syarat agar seluruh stakeholder dapat mendukung aplikasi dan sistem yang telah dibangun sehingga benar-benar bisa berjalan,” paparnya.
Wabup juga mengajak semua perangkat daerah untuk terus memunculkan inovasi. Setidaknya, tiap OPD harus memiliki satu langkah inovatif untuk mendukung percepatan pelayanan publik.
“Teman-teman yang belum memiliki inovasi, aplikasi ini sudah siap untuk digunakan. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengembangkan dan memanfaatkannya agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah,” imbuhnya. (ari)



