BerandaNTBLOMBOK BARATDPRD Pertanyakan Langkah Konkret Penanganan Sampah di Lobar, DLH Akui Banyak Armada...

DPRD Pertanyakan Langkah Konkret Penanganan Sampah di Lobar, DLH Akui Banyak Armada Rusak

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mempertanyakan langkah konkret Pemkab Lombok Barat dalam menangani sampah di wilayah Lobar, menyusul tumpukan sampah masih terjadi di jalur-jalur strategis. Di satu sisi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku jumlah armada belum ideal. Selain itu, banyak armada dalam kondisi rusak.

Pantauan media di jalur bandara, beberapa titik terdapat tumpukan sampah yang dibuang warga. Selain itu, di jalur dari Babussalam menuju kantor Bupati Lobar juga masih ditemukan beberapa titik TPS ilegal.

“Apa langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk menyelesaikan persoalan sampah secara lebih optimal?,” kata Anggota DPRD Lobar, H. Abdul Majid saat pandangan umum fraksi-fraksi, pekan kemarin.

Pemkab Lobar melalui Asisten III Setda Lobar, H. Fauzan Husniadi menyampaikan upaya konkret Pemkab dalam menyelesaikan persoalan sampah dicerminkan melalui penguatan dan penambahan armada pengangkutan skala besar, cost sharing pembangunan infrastruktur pengolahan terpadu Studi Kelayakan TPA/TPST.

Selain itu, pemerintah daerah mengoptimalkan penyediaan sarana tong sampah 2R, pelatihan pengolahan sampah tingkat desa, serta pengalokasian anggaran operasional dan upah bagi tenaga kontrak kebersihanguna memastikan pengelolaan persampahan berjalan optimal.

Kadis LH Lobar, M. Busyairi menyampaikan, jumlah armada saat ini sebanyak 25 unit, termasuk kendaraan pikap. “Yang sehat (dalam kondisi baik) 17 unit, sedangkan sisanya ‘sakit’,” aku Busyairi ketika mendampingi Wabup menyerahkan kendaraan sampah di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi.

Karena itu, pengadaan armada pun dilakukan dengan tujuan peremajaan. Armada yang sudah rusak, daripada biaya pemeliharaan dan perbaikan lebih mahal maka sebaiknya dilelang. Diakui kondisi yang banyak rusak adalah kontainer, sehingga pihaknya melakukan pengadaan kontainer sebanyak 10 unit.

Dikatakan, kalau bicara jumlah armada dibanding dengan produksi sampah per hari mencapai 300 ton, dengan daya angkut per dantruk 3-,3,5 ton, Lobar membutuhkan 100 Armada untuk satu kali ritase pengangkutan ke TPA. Sedangkan kalau dua kali ritase maka butuh 50 armada.Untuk itu, pemenuhan armada sampah ini pun berupaya dilakukan bertahap. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO