Mataram (Suara NTB) – Insentif tambahan bagi guru PPPK Paruh Waktu di NTB, belum cair. Padahal, pendapatan tambahan itu merupakan tunjangan yang diberikan Pemprov NTB, untuk menunjang kesejahteraan guru.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Tenaga Keolahragaan (GTKTK), Dikpora NTB, Muazzam mengatakan, pihaknya juga masih menunggu kepastian jadwal tunjangan cair. Pasalnya, proses pencairan bergantung dengan kesiapan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB.
“Kalau nggak salah sudah ada pembahasannya. Sudah masuk di anggaran perubahan kemarin,” ujarnya kepada Suara NTB, Rabu (16/9) kemarin.
Pemberian insentif tersebut sebelumnya sempat disinggung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal pada acara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei lalu. Pemprov bahkan telah menyiapkan anggaran senilai Rp879 juta untuk realisasi janji Gubernur Iqbal tersebut. Target pencairan dimulai September-Desember 2026. Insentif ini akan diberikan kepada 1.759 PPPK Paruh Waktu formasi guru.
“Awal Oktober. Itu untuk membayar yang bulan September. Mudah-mudahan pembayaran bulan September ini sudah bisa segera terealisasi,” harapnya.
Adapun jumlah insentif yang dijanjikan sebesar Rp500 ribu per guru. Muazzam berharap, dengan adanya tunjangan tersebut, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di NTB.
Pihaknya akan terus berupaya mendorong dinas terkait agar proses pencairan dapat segera dilakukan. “Kita segera memprosesnya dan mendorong untuk sesegera mungkin bisa diproses,” terangnya.
Ia menambahkan, proses pengusulan telah berlangsung dan tinggal menunggu persetujuan anggaran dari BKAD.
“Mudah-mudahan sekarang sudah ada titik terangnya, sehingga Oktober ini sudah bisa terbayarkan,” pungkasnya. (sib)



