BerandaPENDIDIKANSMPN 7 Mataram Bekali Siswa dengan Kemampuan Coding dan AI

SMPN 7 Mataram Bekali Siswa dengan Kemampuan Coding dan AI

Mataram (Suara NTB) — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Mataram, terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi. Langkah nyata yang diambil adalah dengan membekali para siswa kemampuan mengoperasikan coding (pemrograman) serta Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).

Wakil Kepala SMPN 7 Mataram, Wahidin mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang pesat menjadi alasan utama sekolahnya mengintegrasikan coding dan AI ke dalam pembelajaran.

“Jadi pertimbangan kita pengetahuan dasar di dunia teknologi itu bisa dialami oleh anak-anak kita di SMP 7 Mataram,” ujarnya pada Kamis (17/9).

Program pembelajaran coding dan AI ini sejatinya telah diterapkan sejak tahun 2025. Dengan demikian, proses transfer ilmu di bidang teknologi mutakhir ini sudah berjalan selama dua tahun. Wahidin berharap bekal yang didapat para siswa dapat menjadi landasan kuat untuk jenjang pendidikan berikutnya.

“Sehingga nanti ke depan begitu dia melanjutkan ke jenjang berikutnya, mereka sudah punya dasar dengan bagaimana memanfaatkan teknologi coding dengan pengolahan data yang bagaimanapun dia sudah memiliki dasar, sehingga dia bisa menemukan apa kemajuan-kemajuan teknologi itu dengan gampang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler Coding-AI SMPN 7 Mataram, Saiful Wathoni, menjelaskan bahwa metode pembelajaran disampaikan melalui pendekatan yang sederhana dan praktis. Para siswa diarahkan untuk memanfaatkan pemrograman dan AI dalam memecahkan berbagai persoalan di kehidupan nyata.

“Kami berikan bagaimana manfaat coding dalam kehidupan sehari-hari. Juga bagaimana cara memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari kemudian dipecahkan menggunakan teori-teori yang ada di coding tersebut,” tuturnya.

Selain pembelajaran di kelas, para siswa binaan juga didorong untuk aktif membuat proyek berbasis masalah sekitar untuk diikutkan dalam berbagai kompetisi inovasi teknologi. Melalui ajang kompetisi diharapkan pemahaman siswa terhadap coding dan AI dapat makin berkembang.

Salah satu proyek menarik yang sedang digarap adalah pembuatan desain berbasis kebudayaan Suku Sasak yang rencananya akan diikutkan dalam lomba tingkat nasional. Proyek ini diangkat sebagai respons atas isu sosial di lingkungan siswa.

“Kami mengambil ini berdasarkan masalah yang ada, yaitu kurangnya minat-minat anak-anak terkait dengan budaya sekitar, kemudian kurang minat generasi muda terhadap lingkungannya gitu,” pungkas Saiful. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO