BerandaNTBSUMBAWADistribusi Kebutuhan Tenaga Guru Belum Merata

Distribusi Kebutuhan Tenaga Guru Belum Merata

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, mengaku kesulitan mendistribusikan kebutuhan tenaga guru khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dampaknya beberapa sekolah yang mengalami kekurangan tenaga guru.

“Saat ini kita punya tenaga guru PPPK Penuh Waktu 2.844 orang dan tenaga guru PPPK Paruh Waktu 171 orang. Kalau dari segi rombongan belajar sudah mencukupi tetapi ada sekolah yang memiliki tenaga guru lebih,” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud kepada Suara NTB, Jumat (18/9).

Ia melanjutkan, dari segi jumlah tenaga guru sangat mencukupi, tetapi yang menjadi persoalan saat ini yakni pola distribusi ke masing-masing sekolah. Khusus untuk tenaga guru PPPK banyak yang menumpuk di salah satu sekolah dan tidak bisa didistribusikan ke sekolah lainnya.

Berdasarkan data jumlah guru di Kabupaten Sumbawa mencapai 1.341 orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). 2.844 orang merupakan tenaga guru PPPK Penuh Waktu, formasi guru PPPK Paruh Waktu 171 orang, Guru Tidak Tetap (GTT) sebanyak 1.000 orang, dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebanyak 500 orang lebih.

“Kalau dari jumlah guru yang kita miliki saat ini sudah sangat cukup kecuali guru agama dan PJOK, tetapi karena belum adanya pemerataan sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan guru,terutama guru status PPPK,” jelasnya.

Tentu yang menjadi catatan saat ini kata dia, ketersediaan tenaga guru agama dan PJOK. Kekurangan guru dimaksud sudah berlangsung sejak lama dan sudah sering diusulkan formasinya. Akan tetapi, jumlah yang diusulkan belum sepenuhnya diakomodir oleh pemerintah.

Dikatakan, guna memenuhi kekosongan tersebut, pihaknya terpaksa menggunakan tenaga guru yang ada di masing-masing sekolah meski tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain metode tersebut, pihaknya juga akan memberikan atensi khusus terhadap tenaga guru yang mendapatkan promosi menjadi kepala sekolah.

Skenario pengisian kekosongan guru mata pelajaran ini melalui penempatan guru tidak tetap dan honorer.(ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO